Kembangkan dan Jaga Kualitas Pupuk Organik

428

PRINGSEWU –  Menurut mantan Litbang Pertanian Bogor Prof. Dr. Mesak Tombe MS, hampir semua lahan (tanah) pertanian di Indonesia lambat laun kekurangan organik. Dengan demikian tingkat kesuburan tanaman akan semakin berkurang pula.

Berdasarkan riset yang dilakukan Mesak, tanaman setidaknya membutuhkan 16 unsur hara. Sementara saat ini unsur hara dan mikro dalam kandungan tanah lambat laun semakin berkurang. “Hal itu diakibatkan tanah tersebut telah ditanami selama puluhan tahun dan terus menerus diberi pupuk kimia. Untuk mengatasinya sudah saatnya petani beralih menggunakan pupuk organik,” ungkap  Prof Dr Mesak Tombe saat diskusi dengan jajaran PT Allwano di Hotel Urban, Senin (29/7) malam.

Pentingnya pupuk organik, kata dia, untuk mengurai kembali kesuburan tanah akibat keracunan fe (zat besi). 
“Namun perlu digaris bawahi kualitas pupuk organik harus betul betuk terjamin, jika tidak imez petani akan kurang terhadap pupuk organik,” imbuhnya.

Kendati demikian, Mesak mengakui jika penggunaan full pupuk organik butuh proses. Untuk itu dia menyarankan kepada petani jika sebelumnya membeli pupuk kimia seharga Rp 300 ribu maka untuk tahap awal dikurangi separoh untuk pembelian pupuk organik. “Beberapa petani yang sudah suksse menggunakan pupuk organik seperti didaerah Jember, Kerawang, Bekasi, hasil produksi pertanian mereka drastis meningkat, dan saya yakin di Pringsewu penggunaan pupuk organik sangat cocok,” tandasnya.

Sementara Direktur PT Alwano Pringsewu Dharmono, mengatakan akan berkomitmen untuk menjaga kualitas pupuk organik. “Kami sengaja konsultasi dengan ahli, tujuannya agar produk pupuk organik yang kami produksi tidak abal abal tapi memiliki kualitas yang tinggi,” singkatnya. (Mul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here