IAD dan GOW Tanggamus Gelar Pemeriksaan Papsmear Gratis

162
Ketua Umum IAD Ny. Ros Ellyana Prasetyo, Ketua IAD Pusat Wilza Yunita berfoto bersama Ketua TP PKK Hj Sri Nilawati dan Ketua GOW Ny. Nuraini Lubis Usai Meninjau Pemeriksaan Papsmear di RSUD Kotaagung. Foto Rio

KOTAAGUNG–Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanggamus mengadakan pemeriksaan Papsmear yang dipusatkan di RSUD Kota Agung, Sabtu sore (13/7).

Kegiatan tersebut masih dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa (HBA) Ke 59 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke 19 Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD). Dalam kegiatan pemeriksaan Papsmear tersebut ditinjau langsung Ketua Umum IAD yang tak lain Istri dari Jaksa Agung RI Ny. Ros Ellyana Prasetyo dan Ketua Pusat IAD Wilza Yunita, turut mendampingi Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani, Ketua TP PKK Tanggamus Hj. Sri Nilawati dan Ketua GOW Tanggamus Ny. Nuraini Lubis. Kedatangan rombongan Ibu-ibu IAD tersebut disambut Direktur RSUD Kotaagung dr. Diyan Ekawati beserta jajaran.

Ketua Umum Pusat, Ros Ellyana Prasetyo mengatakan, Pemeriksaan Papsmear penting bagi kaum perempuan khususnya mereka yang telah menikah. “Papsmear ini penting sebagai upaya deteksi dini pencegahan Kanker Serviks. Semoga dengan deteksi dini bisa membuat perempuan Indonesia khususnya Tanggamus sehat dan terhindar dari kanker,” ujarnya.

Ros Ellyana juga berpesan kepada perempuan di Tanggamus untuk rajin memeriksakan kesehatan organ kewanitaan. “Ya, minimal satu tahun sekali ya dilakukan pemeriksaan,” kata dia.

Sementara, Ketua GOW Tanggamus Nuraini Lubis menyambut baik kegiatan baksos Papsmear ini yang dinilai sangat positif dan banyak membantu masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu. “Alhamdulillah, kegiatan baksos Papsmear ini berjalan lancar dan sukses. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif, sebab jarang-jarang dilakukan,”sebut Nuraini.

Ia melanjutkan bahwa kegiatan mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat ini terbukti dari banyaknya jumlah peserta dari yang awalnya direncanakan 50 orang ternyata pada saat pelaksanaan tembus 100 peserta. “Masyarakat sangat antusias sekali untuk memeriksakan kesehatan organ wanitanya. Ini kalau bayar biaya di rumah sakit Rp150 ribu untuk biasa dan kalau didokter spesialis bisa mencapai Rp500 ribu, tapi inikan gratis jadi masyarakat sangat terbantu,”pungkas Nuraini Lubis. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here