Pilkakon Terancam Molor, Herlan Sebut Wawan Kurang Koordinasi Dengan Kabag Lama

856

KOTAAGUNG—Pernyataan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Tanggamus Wawan Haryanto mengenai batalnya pemilihan kepala pekon (Pilkakon) serentak pada November 2019 lantaran tidak adanya anggaran membuat anggota DPRD Tanggamus meradang.

Anggota Badang Anggaran (Banggar) DPRD Tanggamus, Herlan Adiyanto mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda pesta demokrasi tingkat pekon tersebut, sebab semua kebutuhan biaya pilkakon sudah dianggarkan di APBD 2019 yang mana proses pembahasannya dilakukan sejak tahun 2018 lalu.

“Tidak ada alasan diundur karena anggarannya sudah ada, tapi nilainya saya lupa. Tahun ini ada 220 pekon yang akan menggelar pilkakon serentak,”tegas Herlan Adiyanto.

Politisi Partai Gerindra ini menilai pernyataan Kabag Tapem itu menandakan kurangnya wawasan dia selama ini diroda eksekutif, selain itu tidak koordinasi dengan mantan Kabag sebelumnya.

“Wajar kalau Wawan tidak tahu, sebab saat pembahasan di APBD tahun 2018 lalu mengenai anggaran Pilkakon tahun ini, bukan dia. Kembali saya tegaskan anggarannya sudah ada,”terangnya.

Anggota Komisi II itu juga mengancam akan membuat panitia khusus (Pansus) untuk membongkar dana pekon yang sudah dianggarkan tersebut.”Kalau begini saya akan koordinasi dengan anggota lain untuk membentuk pansus. Kemudian memanggil pihak Tapem,”ungkapnya.

Herlan mengaku jika anggaran Milyaran itu dialihkan ke yang lain seharusnya ada surat pemberitahuan ke dewan termasuk tim Banggar. Tapi selama ini tidak ada.

“Anggaran sudah ada dibilang tidak ada. Kalaupun dialihkan kenapa kami tidak menerima surat pengalihannya,”kata Herlan lagi.

Herlan menambahkan, pesta demokrasi tingkat pekon ini dilakukan secara serentak tentunya para calon sudah mempersiapkan diri secara matang, apalagi pelaksanaanya sudah terjadwalkan. Artinya, jangan sampai timbul kegaduhan.

“Saya tahu persis pembahasan anggaran pilkakon ini, jadi jangan dianggap main-main. Kalau tetap diundur bisa runyam,”keluhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, pada saat pembahasan anggaran dana Pilkakon pada tahun 2018 lalu sebelum diketok palu memang sedikit alot, sebab antara dewan dengan yang diusulkan Tapem pelaksanaannya selisih dibulan, tapi tetap membuangkan hasil yakni anggaran dana Pilkakon disetujui.

“Saya tidak setuju kalau Pilkakon diundur di tahun 2020. Sebab segalanya sudah dipersiapkan secara matang di tahun 2018 lalu,”pungkasnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here