Pringsewu Tampilkan Tiga Karya Seni di TMII

213

PRINGSEWU – Tim Kesenian Kabupaten Pringsewu tampilkan tiga karya seni dalam Pentas Seni dan Budaya tahun 2019 yang berlansung di  Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (30/6) siang. 

Ketiga karya seni asal kabupaten Pringsewu yang ditampilkan memukau pada acara Pentas Seni dan Budaya yang diselenggarakan UPTD Balai Pengelolaan Anjungan Lampung TMII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yakni grup Tari Sang Kyai dan Tari Begukhau dari siswa – siswi SMPN 2 Adiluwih sejumlah 19 orang.  

Kemudian peting gambus berjumlah 2 orang dengan membawakan lagu klasik Lampung yang diiringi gitar klasik dari kecamatan Pardasuka.  

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Pringsewu, Drs. Heri Iswayudi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas undangan dari UPTD Balai Pengelolaan Anjungan Lampung TMII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi. 

“Insya Allah kami kedepan akan terus  berupaya untuk bisa mengisi anjungan Lampung ini dari Kabupaten Pringsewu. Untuk itu Kami mengingatkan 
Ki Mak Kham Siapa Lagi,  Ki mak Ganta  Kapan Lagi (Kalau bukan kita siapa lagi ,  Kalau bukan sekarang Kapan lagi).  Jadi kami sebagai orang Lampung di kabupaten Pringsewu insyaallah akan terus berpartisipasi setiap tahunnya, “Kata dia.

Dijelaskan Heri, untuk penampilan grup Tari Sang Kyai menceritakan sebuah tari kreasi yang mengangkat kisah kepahlawanan dari daerah Pringsewu yang bernama Kyai Haji Gholib. Tari ini menggambarkan kegigihan dalam berjuang melawan penjajah Belanda. Sang Kyai mengajak rakyat dan murid-
muridnya untuk melawan kekejaman Belanda. 

“Dengan semangat, tekad dan do’a
mereka berjuang bersama-sama mengusir penjajah dan bumi Pringsewu berkat jasa Kiyai Haji Gholib. kemudian terbebas dari penjajahan Belanda. Untuk mengenang jasanya, kini nama Kryai Haji Gholib dijadikan nama jalan utama di Kabupaten Pringsewu,” Ucapnya.

Selanjutnya dikatakan Heri,  untuk Tari Begukhau Sebuah tari kreasi yang menggambarkan pergaulan bujang dan gadis dalam bercanda dan menari bersama. “Begukhau yang dalam bahasa Lampung berarti bergurau, sering kali dilakukan oleh para bujang untuk menggoda gadis-gadis saat bergaul. Bahkan tari ini merupakan pengembangan ragam gerak tari Lampung yang ditata secara enerjik dan dinamis yang menjadi ciri keterbukaan masyarakat Lampung, ” Tuturnya. 

Mengingat ditambahkan Heri, bahwa TMII merupakan destinasi wisata yang telah dikenal luas diseluruh dunia dan menjadi salah satu kawasan wisata banyak dikunjungi wisatawan nusantara (Wisnu) maupun Wisatawan Mancanegara (Wisman). 
“Inilah satu alasan dan tujuaan keikutan serta Pringsewu dalam pentas seni budaya. Selain dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik ke Pringsewu sekaligus sebagai ajang untuk mengembangkan bakat seni putra putri daerah sendiri,”Terang dia.

Tampak hadir dalam acara pentas seni  tersebut, UPTD Balai Pengelolaan Anjungan Lampung TMII,  dan para UPT,  Pengawas serta kepala SMP se-kabupaten Pringsewu. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here