Diserang Hama Wereng, Petani Terancam Gagal Panen

494

KOTAAGUNG—Petani di wilayah Kecamatan Kotaagung Timur khususnya di Pekon Tanjunganom kini harap-harap cemas dan resah, pasalnya padi yang ditanam terkena serangan hama Wereng, gagal panen pun membayangi para petani.

Menurut Rintoko petani padi setempat, kejadian serangan wabah hama wereng yang melanda areal persawahan di Pekon tersebut, merupakan kejadian pertama kalinya selama puluhan tahun mereka mengelola sawah.

“Kejadian ini adalah yang pertama kali terjadi menimpa areal persawahan kita, sebelum belumnya tidak pernah, paling hama tikus dan ulat saja yang menyerang. Nah kali ini sangat menakutkan hama wereng ini, sekali mewabah hampir semua tanaman padi kita terdampak, ada yang langsung kering, seperti habis kena racun rumput, ” katanya, Rintoko, Minggu (16/6).

Rintoko menjelaskan, mulai dirasakannya serangan hama wereng, saat usia masa tanam sekitar 15-20 hari, saat itu terlihat perkembangan pertumbuhan benih padi tidak sempurna, namun petani belum tahu kalau yang sedang menyerang hama wereng.

Perkembangan padi tersebut dilaporkan kepada penyuluh pertanian yang bertugas diwilayah Pekon tersebut, selanjutnya ada survey dari penyuluh, dan menyatakan bahwa yang menyerang wereng.

“Penyuluh bersama babinsa saat itu turun kelokasi sawah, dan penyuluh memberi bantuan obat hama, namun tetap saja hama menyebar dan hampir seluruh sawah di sini terdampak, ” terangnya.

Rintoko menerangkan, masa tanam yang terserang hama wereng ini, sebenarnya biasanya adalah masa tidak tanam atau istirahat menanam. Namun tahun ini petani memutuskan langsung tanam untuk mengejar target panen, dalam rangka program swasembada beras Tanggamus.

“Biasanya saat ini kita belum memulai menanam, dan siklus penanaman ini sudah berlangsung sejak dahulu. Nah tahun ini, kita mencoba langsung kembali menanam, paska panen pertama, tapi ternyata terserang hama wereng ini, ” terangnya.

Ia berharap, peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengatasi permasalahan mewabahnya hama wereng ini, dengan memberikan pembinaan dan bantuan obat obatan hama, dalam rangka mengantisipasi kejadian serupa kedepan.

“Kami berusaha mengejar target pemerintah, dengan menambah masa tanam, namun jika terjadi seperti ini, kami menjadi takut karena dihantui gagal panen. Bahkan ada beberapa petani sudah ingin mengubah komoditas tanaman, karena adanya hama wereng ini, ” imbuhnya.

Rintoko menambahkan, dampak dari serangan hama wereng itu, sekitar 1,3 Hektare tanaman padi miliknya dan keluarga besarnya gagal panen.

“Rencananya beberapa hari ini masa panen, tapi kami pesimis hasil yang didapatkan, biasanya dari 1,3 hektare sawah tersebut keluar 6-7 ton, tapi dengan wabah wereng ini, 500-600 kilogram saja sudah bagus hasilnya, ” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Kabupaten Tanggamus Soni Isnaini menanggapi permasalahan hama wereng ini menyatakan, bahwa serangan hama wereng tidak hanya di Kecamatan Kota Agung Timur saja, akan tetapi juga menyerang lahan sawah di Kecamatan Cukuh Balak.

Menurut Soni Isnaini, serangan hama wereng memang sulit dikendalikan jika sudah menyerang lahan tanaman padi, untuk mengantisipasinya harus melalui pengamatan dini dan budidaya sehat.

“Tapi kita akan memberikan pendampingan dan penyuluhan melalui petugas lapangan dimasing masing wilayah kerjanya, dalam rangka antisipasi serangan hama serupa kedepan”tandasnya. (iqb/win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here