Aparat Pekon Diminta Ikut Sukseskan Program Pencegahan Stunting

226
TPID dan P3MD Kecamatan Gadingrejo menyelenggarakan pelatihan pengembangan sumber daya manusia (PSDM) program inovasi desa (PID). Foto Arif Hidayatullah

PRINGSEWU – Aparatur pekon di kecamatan Gadingrejo diharapkan untuk ikut menyuksekan program pencegahan dan penanganan stunting yang telah menjadi agenda nasional. Hal tersebut diungkapkan oleh Camat Gadingrejo, Yuli Susapto saat membuka acara pelatihan pengembangan sumber daya manusia (PSDM) program inovasi desa (PID), Kamis (13/6).

Adapun penyelenggaranya adalah tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) dan Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) kecamatan Gadingrejo.

“Pekon perlu mengambil peran besar, sekaligus bertanggung jawab atas terjadinya konvergensi layanan pencegahan stunting yang merupakan program pemerintah pusat. Untuk mewujudkan harapan tersebut, dipandang perlu dibentuk dan ditugaskan kader desa yang kemudian disebut kader pembangunan manusia (KPM) sebagai bagian dari tim kader pembangunan manusia desa (KPMD) yang mendapatkan tugas khusus,” katanya.

Tugas khusus yang dimaksud adalah mendata sasaran, memantau layanan, dan mengkomunukasikan masalah lapangan kepada pengambil keputusan, yaitu pemerintah pekon dan penyedia layanan dalam wadah rumah desa sehat (RDS).

Untuk menjalankan tugas khusus secara optimal, perlu dilakukan peningkatan kapasitas, sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan efektif sesuai kebutuhan lapangan dan dinamika yang berkembang di masyarakat.

Sementara, Koordinator Tenaga Ahli P3MD Pringsewu Indra Gunawan, pada pelatihan diselenggarakan oleh TPID dan P3MD dan diikuti oleh aparat pekon se – Kecamatan Gadingrejo.

Pelatihan tersebut sebagai salah satu bentuk peningkatan kapasitas pemegang peranan penting dalam menyiapkan pelaku program, terutama kader desa, baik dari sisi pengetahuan, ketrampilan, maupun sikap terkait pencegahan stunting.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan aparat desa dan kader desa dapat memfasilitasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting di desa. Kader desa dapat menguraikan tugas – tugasnya dalam memfasilitasi rumah desa sehat dan mensimulasikan proses monitoring layanan konvergensi stunting,” pungkasnya.

Diketahui, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.(arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here