Waduh! Mantan Kakon Kacapura Diduga Selewengkan Dana BUMDes

266
Foto Net/Ilustrasi

KOTAAGUNG—Mantan Kepala Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Solekan diduga menggelapkan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2017 dan 2018, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Tidak hanya itu, mantan kakon ini juga disinyalir melakukan mark up harga meterial yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut salah satu sumber yang meminta namanya dirahasikan kepada Radar Tanggamus mengaku, total aggaran BUMDes yang diselewengkan mantan kepala Kepala Pekon Kacapura mencapai Rp 80 juta dengan rincian anggaran tahun 2017 sebesar Rp30 dan 2018 sebesar Rp50 juta. Tidak hanya itu, selama menjabat, Solekhan juga diduga telah memotong dana isentif para kaur dan lembaga di pekon setempat.

“Pokoknya total anggaran BUMDes selama dua tahun yang tidak direalisasikan mantan kakon sebesar Rp80 juta. Itu belum termasuk isentif kaur yang di sunat,”katanya.

Menurutnya, hasil pleno antar pengurus yang diketahui oleh mantan kakon tersebut, anggaran BUMdes akan diperuntukan untuk pemberdayaan masyarakat namun karena diselewengkan maka semua rencana yang sudah di kemas sedemikian rupa batal.

Yang lebih anehnya lagi mantan kakon masih berperan aktif dalam stukrut BUMdes meski pengerusnya sudah dibentuk.

“Aneh, dana BUMdes itu sudah hasil kesepakatan melalui pleno BHP penetapan APBDes, kenapa peruntukannya diubah-ubah bahkan anggarannya tidak di realisasikan, mantan Kakon itu memang arogan. Ketika masih menjabat dia dituding kerap menjalankan kekuasaanya dengan sewenang-wenang. Bahkan Pekon Kacapura bak Kerajaan,” ujar sumber geram.

Pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan, segera selidiki terendusnya dugaan kasus-kasus pelanggaran hukum itu.

“Bila di kemudian hari oknum-oknum yang terlibat terbukti, beri hukuman yang setimpal agar ada efek jera,”tegasnya.

Sementara itu Camat Semaka Suyanto mengaku belum menerima laporan mengenai hal ini, tapi mantan Kabag Ekobang ini berjanji akan menyelidikinya meski saat ini Solekhan tidak lagi menjabat sebagai Kepala Pekon.

“Waduh, saya baru tahu mas. Kalau begitu saya akan cari infonya. Itukan masalahnya di era Solekhan, nah sekarang kepala pekonnya sudah dijabat PJ,”jelasnya.

Meski demikian wartwan koran ini belum berhasil mengkonfirmasikan hal tersebut ke mantan Kepala Pekon, Solekhan. Pasalnya, meski nomor yang biasa digunakannya dalam posisi aktif pesan yang dikirim wartawan ini tidak dibalas, begitu juga ketika di hubungi telfon tidak diangkat hingga berita ini diturunkan. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here