PUASA MELATIH KESABARAN Oleh Drs. Herli Rakhman

87

PUASA MELATIH KESABARAN

Oleh: Drs. Herli Rakhman (Camat Talangpadang)

Bulan ramadhan merupakan bulan tempat kita berjuang sekuat daya dan tenaga untuk mengekang rayuan dan godaan syetan dan hawa nafsu, semata-mata karena Allah dan mengharap keridhaan-Nya. Dengan penuh keikhlasan, kita laksanakan ibadah puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk mencapai derajat muttaqin.

            Puasa yang`kita laksanakan saat ini, dihadapkan pada kenaikan harga bergbagai bahan kebutuhan pokok sehari-hari, maka kehidupan sebagian masyarakat kita yang menjalankan ibadah puasa saat ini terasa memberatkan. Sungguh keadaan inni sangat memprihatinkan, namun hal itu semua sesungguhnya adalah cobaan dan ujian bagi kita.

            Puasa melatih kita untuk menjadi orang yang sabar, Sabar untuk tidak makan dan minum, sabar untuk tidak marah dan bertengkar dengan orang lain.

            Selain itu, puasa mendidik kita untuk sabar dalam menghadapi musibah dan ujian. Setiap manusia yang hiduo di dunia ini pasti menghadapi musibah dan ujian dari Allah. “Dan sesungguhnya kami akan berikan cobaan kepadamu , dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepadanya kami akan kembali”

. (QS.Al-Baqarah: 155).

            “Tidak ada suatu musibahpun yang akan menimpa manusi kecuali dengan izin Allah, dan siapa yang beriman kepada Allah (bahwa musibah itu atas izin Allah), maka pasti Allah memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS.At Taghabun: 11).

            Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa apapun yang terjadi mutlak karena izin Allah. Ketika kepala tertimpa batu, maka yakinlah bahwa itu atas seizing Allah karena tidak bisa orang lain melempar tanpa izin Allah.. Bahkan ketika sedang berjalan tiba-tiba hidung kita terkena kotoran burung, maka kita sepatutnya berfikir mengapa yang kena hanya pada diri kita saja, padahal

  orang lain yang jalan begitu banyak? Yakinlah, hakikatnya semua itu adalah kehendak Allah. Mungkin itu adalah ujian dari Allah untuk melatih kesabaran kita.

            Oleh karena itu, tidak sewajarnya kita hancurkan suasana kerja, keharmonisan rumah tangga dan suasana hubungan di masyarakat karena masalah tekanan ekonomi, karena masalah anak, karena masalah kenaikan harga bahan kebutuhan pokok dan problem hidup lainnya karena ketidak sabaran. Kita hidup di dunia ini ditakdirkan menghadapi ujian dan cobaan hidup, tidak ada pilihan kecuali kita harus menghadapinya dengan sabar. Karena situasi sesulit apapun sudah di ukur oleh Allah.

            “Allah tidak akan membebani seseorang di luar kemampuannya”. (QS.Al-Baqarah: 286).

            Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti menghadapi musibah dan ujian Allah. Oleh karena itu, mari kita hadapi musibah sesulit apapun dengan penuh kesabaran, karena Allah dan malikat-Nya pasti bersama orang yang sabar.Semoga Allah SWT senantiasa menuntun hidup kita ke jalan yang benar.

Amin Ya Rabbal Alamin.‬

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here