Masyarakat Diimbau Tak Ikut Aksi 22 Mei di Jakarta

441

KOTAAGUNG—Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto mengimbau kepada warga Kabupaten Tanggamus maupun Pringsewu untuk tidak berangkat ke Jakarta pada hari pengumuman Pilpres 2019 pada 22 Mei mendatang.

Hal tersebut disampaikan kapolres kepada awak media, usai kegiatan buka puasa bersama di Mapolres Tanggamus, Senin sore (20/5).

Menurut Hesmu, ada baiknya masyarakat tidak bepergian ke Jakarta untuk ikut aksi demo hasil pilpres dan lebih baik menunggu hasil pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI selaku lembaga resmi negara.

“ Saya rasa masyarakat sudah bisa berfikir jernih dan bisa memilah-milah. Kami dari polri,tentunya mengimbau kepada masyarakat agar tidak berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi, kita tunggu saja keputusan final KPU RI selaku lembaga resmi negara, jangan sampai ada gerakan-gerakan institusional yang merugikan kita dan keluarga kita, apalagi ini ibadah puasa baru setengah perjalanan, semoga puasa kita sampai akhir berjalan lancar dan bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari,” kata Hesmu.

Kemudian saat disinggung mengenai ada atau tidaknya kelompok yang berniat untuk berangkat ke Jakarta pada 22 Mei mendatang, kapolres mengaku belum mengetahui pasti.

“Kami sementara masih terus mengawasi dan memantau yang dilakukan seluruh polsek termasuk polres dan sampai saat ini saya masih belum terima laporan secara resmi. Bila mana itu ada, kita akan lakukan antisipasi dengan cara persuasif dan kita lakukan penyekatan, kita imbau agar berfkir jernih, ngapain kita ke Jakarta, apalagi people power, sebab people power sesungguhnya itu pada saat pelaksanaan pemilu lalu,” pungkas kapolres.

Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani juga mengimbau agar masyarakat Tanggamus tidak pergi ke Jakarta untuk ikut aksi 22 Mei.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Tanggamus agar tidak melakukan upaya yang dapat merugikan diri sendiri, kalau terjadi bentrok atau apa, siapa yang rugi lebih baik menunggu hasil keputusan KPU sesuai konstitusi. Jangan lakukan tindakan yang dapat merugikan kita semua. Sebab berdoa, dimanaun bisa, mari kita berikan doa terbaik untuk bangsa dan negara kita,” kata Dewi.

Sementara bupati Pringsewu, Hi.Sujadi mengaku mendukung pelaksanaan aksi 22 Mei yang diisi dengan salat berjamaah dan doa berjamaah, tapi ia sangat setuju dan mendukung kalau aksi tersebut dilakukan di Pringsewu.” Saya sangat setuju dengan aksi tersebut, tapi kalau dilakukan di Pringsewu, jadi masyarakat Pringsewu tidak perlu ke Jakarta cukup di Pringsewu saja kalau mau ada aksi doa bersama,” katanya.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here