Optimis Dadisari Raih Juara I Lomba PAAR Tingkat Nasional

702

WONOSOBO—Pekon Dadisari Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus optimis meraih juara I dalam Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) penuh cinta dan kasih sayang tingkat nasional. Dadisari sendiri saat ini sudah masuk enam besar nasional dan menjadi duta dari Provinsi Lampung. Tim pusat sendiri sudah turun untuk memverifikasi sebagai bahan penilaian pada Kamis 2 Mei lalu. Tim tersebut dipimpin oleh Ir. Davina Muniyati.

Turut hadir dalam verifikasi lapangan tersebut Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, Wabup Tanggamus Hi. AM. Syafii, Sekda Tanggamus Drs. Hamid. H. Lubis, Dandim 0424 Tanggamus Letkol Arh Anang Hasto Utomo, Wakapolres Tanggamus Kompol Andik Purnomk Sigit, para Asisten, Kepala OPD, Ketua TP PKK Kab.Tanggamus Hj. Sri Nilawati Syafii, Camat Wonosobo dan kepala pekon.

Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada tim verifikasi di Bumi Begawi Jejama. Dengan adanya lomba ini, terus bupati membuat masyarakat begitu bersemangat dan mudah-mudahan kehadiran tim verifikasi ke Kabupaten Tanggamus bisa meninggalkan suatu kesan dan kenangan tersendiri dan juga nyaman selama kegiatan di Kabupaten Tanggamus.

“Semangat kerjasama dari seluruh elemen yang ada termasuk jajaran pemerintah baik itu di kabupaten dan juga provinsi hingga kecamatan sampai tingkat nasional, Insya Allah kami siap mengemban amanah sebagai juara 1 di tingkat nasional, “kata bupati.

Sementara, Davina Muniyati dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pola asuh anak dan remaja ini memang kaitannya erat sekali dengan pertumbuhan kehidupan bermasyarakat.

” Dan ada dua hal yang saya catat,  pertama Mars Tanggamus itu sudah sarat sekali dengan semua aspek kehidupan yang tentunya bermakna dalam pola asuh anak dan remaja. Saya terus terang terkesan sekali dengan mars Tanggamus yang sudah di nyanyikan tadi walaupun saya tidak hafal tapi intinya Intinya kalau itu diimplementasikan tentunya tidak tidak susah lagi melaksanakan pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta dan kasih sayang, lalu yang ke-2 tadi ada program 4 jam tanpa gadget dan itu adalah salah satu program yang manfaatnya banyak sekali, “kata Davina.

Dilanjutkan Davina bahwa provinsi Lampung merupakan provinsi pertama yang dikunjungi dalam lomba 10 program pokok PKK dan Pekon Dadisari juga merupakan yang pertama diverifikasi dari seluruh program-program dari tim penggerak PKK pusat.

” Mulai tahun 2019 daerah yang masuk nominasi kembali menjadi enam daerah setiap kategori lomba, seiring dengan itu pula kami juga melakukan peningkatan kualitas manajemen penilaian yang meliputi materi penilaian tahapan proses dan mekanisme penilaian sampai dengan penentuan juara,”ujarnya.

Masih kata Davinan bahwa penilaian dilakukan secara berjenjang terbuka sehingga merupakan Instrumen penilaian yang ideal dan objektif melalui pembenahan dan peningkatan manajemen penilaian.

“Maka saya mengharapkan agar lomba ini memiliki potensi dan nilai strategis yang mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi masayakat luas termasuk Para pelaku pembangunan para Pimpinan dan pimpinan di semua tingkatan bahwa sesungguhnya gerakan PKK merupakan faktor kunci dalam proses pemberdayaan keluarga dan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat bersama-sama dengan Pemerintah desa dan kelurahan yang didukung penuh oleh pemerintah daerah mampu berperan serta dalam pembangunan, ” kata Davina. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here