Festival Seni Budaya Adat Lampung Meriahkan HUT Museum Kekhatuan Semaka PT. Natarang Mining dan Pemkab Tanggamus Support Museum Kekhatuan Semaka

630

BANDARNEGERISEMUONG – Festival Seni Budaya Adat Lampung meriahkan Hari Ulang Tahun Museum Kekhatuan Semaka yang ke-4 Tahun 2019, Kamis (4/4).

Kegiatan yang dipusatkan di Taman Kota Kotaagung itu dihadiri Bupati Tanggamus yang diwakili Asissten III Bidang Administrasi Firman Rani, Forkopimda, Kepala Tekhnik Tambang PT. Natarang Mining Martono, Camat Bandar Negeri Semuong, Camat Semaka, Camat Kotaagung, Kepala Pekon se-Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Ketua MPAL Tanggamus, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda.

Festival Seni Budaya Adat Lampung ini dibagi menjadi dua kategori yakni seni tari dan segata (Pantun Lampung), diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Pematangsawa, Semaka, Bandar Negeri Semuong, Wonosobo, Kotaagung Barat dan Kotaagung.

Kepala Museum Kekhatuan Semaka Abu Sahlan gelar Pangeran Punyimbang Khatu Semaka mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini berkat dukungan dan kerjasama dari PT. Natarang Mining.

“Selain untuk memeriahkan HUT Museum Kekhatuan Semaka, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini sekaligus untuk menggali, memperkenalkan serta melestarikan Seni Budaya Adat Lampung kepada masyarakat, khususnya generasi muda, supaya Seni Budaya Adat Lampung ini bisa terus terjaga dan tidak punah kedepannya,” ujarnya.

Kepala Tekhnik Tambang PT. Natarang Mining Martono saat menyampaikan sambutan

Sementara itu, Kepala Tekhnik Tambang PT. Natarang Mining Martono mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi festival adat dan budaya masyarakat Lampung.

Menurutnya, Indonesia terdiri dari banyak suku, bahasa dan agama. Oleh karena itu banyak sekali adat adat dan kebudayaan daerah yang berbeda-beda. Budaya Indonesia juga sangat dihormati oleh negara-negara lain, sehingga banyak juga orang asing yang ikut mempelajari budaya Indonesia, termasuk budaya Lampung.

“Budaya sebagai identitas bangsa harus kita pertahankan sehingga nanti anak cucu kita masih tetap mengetahui tentang budaya lokal yang ada di wilayah Lampung, khususnya Kabupaten Tanggamus,” katanya didampingi Koordinator Humas PT. Natarang Mining Syahrial.

Ia menambahkan, untuk mempertahankan budaya lokal adalah tanggung jawab bersama, khususnya generasi muda. Karena dalam era globalisasi ini banyak sekali budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga sangat membahayakan apabila budaya lokal sampai hilang.

“Kami bersama dengan Museum Kekhatuan Semaka sangat menghargai budaya lokal yang ada. Dan ini sudah menjadi kewajiban bagi PT. Natarang Mining untuk melestarikan adat dan kebudayaan lokal yang ada, salah satunya adalah adat dan kebudayaan masyarakat Lampung, ” jelasnya.

Asissteng III Bidang Administrasi Firman Ranie saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani dalam sambutannya yang diwakili Asissten III Bidang Administrasi Firman Rani juga mengapresiasi festival tersebut. Pemkab Tanggamus kedepannya berencana menjadikan festival Seni Budaya Adat masyarakat Lampung ini menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahunnya.

” Nanti kita akan melaksanakan rapat guna menindaklanjuti agar kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan di Kabupaten Tanggamus, agar kita bisa meningkatkan dan mempertahankan budaya-budaya tradisional yang berkembang di masyarakat, ” ungkapnya.

“Dan kami juga mengucapkan selamat HUT Museum Kekhatuan Semaka yang ke 4, semoga momentum ini dapat menghadirkan kembali identitas dan simbol-simbol kebesaran masyarakat Kabupaten Tanggamus, khususnya Kekhatuan Semaka yang mengokohkan eksistensi nilai adat istiadat dan budaya tanah leluhur yang terbangun sehingga saat ini sebagai bangsa yang beradab sudah sepatutnya kita mengistimewakan peninggalan peradaban masa lalu, ” pungkasnya. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here