Disdik Masih Tunggu Data Sekolah Terdampak Banjir Warga Harapkan Pembangunan Talud Sepanjang Sungai

82

KOTAAGUNG—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus mengaku masih menunggu data dari Satuan Pelaksana Layanan Pendidikan (SPLP) ditiap kecamatan mengenai data sekolah mana saja yang terdampak banjir, untuk selanjutnya diberikan bantuan.

Kepala Disdik Kabupaten Tanggamus, Aswien Dasmi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima data berapa jumlah sekolah serta kerusakan apa saja yang disebabkan oleh banjir khususnya fasilitas sekolah, untuk itu secepatnya akan SPLP dikecamatan.

“Pasti kita tindak lanjuti, tetapi kita juga perlu data beberapa sekolah yang terdampak dan memerlukan bantuan, baik dari sarana seragam, buku, apakah itu ada meubelernya yang rusak, nanti satuan pendidikan di kecamatan yang mendata, sehingga apa apa yang dibutuhkan bisa kita salurkan,”kata Aswien Dasmi, Kamis (7/3).

Sementara itu, camat Pugung Hardasyah menyampaikan, banjir tersebut hanya merendam halaman sekolah saja tetapi tidak sampai menghanyutkan fasilitas yang ada di sekolah tersebut, akan tetapi sebagian besar rumah-rumah penduduk yang berada dibantaran sungai juga ikut terdampak, untuk jumlah rumah yang terdampak banjir, camat menerangkan mencapai ratusan, tetapi yang rusak berat berjumlah delapan rumah dengan rincian enam rumah di Pekon Sukamulya dan dua diantaranya di Pekon Tanjung Agung. 

“Kalau sekolahan masih relatif aman, dalam artian tidak ada kerusakan yang berati masih bisa ditempati. Tetapi yang jadi persoalan ialah rumahnya terbawa arus sungai, peralatan sekolah mereka baik baju, buku dan lainnya juga ikut terbawa arus,”ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dilapangan sebagian besar rumah yang berada dibantaran sungai, terkena luapan sungai Way Gading, masyarakat mulai berbenah dan membersihkan rumah mereka dari sisa sia banjir. Kurnia salah satu warga Dusun Lubuk Kuyung, Pekon Sukamulya salah satunya, saat dihampiri bapak dua anak tersebut tengah membersihkan rumahnya dari sisa sisa lumpur.

“Pada saat sungai meluap tersebut, saya baru selesai makan, selesai makan lalu saya keluar, sekitar pukul 19.30 wib, air datang dari arah belakang rumah tepatnya di dapur, mengetahui hal tersebut saya langsung membangunkan anak saya yang tengah tidur, saya anak dan istri langsung menyelamatkan diri, ke dataran yang lebih tinggi, ketinggian air saat itu mencapai 1,5 meter,”terangya. 

Banjir lanjut Kurnia, tidak hanya menghanyutkan perabotan rumah, serta peralatan lainnya, tetapi dinding rumah, serta lainnya juga rusak, ia hanya berharap Pemkab Tanggamus melalui dinas terkait dapat membantu, merenovasi rumah miliknya. Kendati diakuinya ia masih dihantui rasa takut terlebih pada saat hujan turun.

“Saya masih trauma, dan teringat terus kejadian Senin malam itu. Dan saya meminta kepada Pemerintah agar supaya bisa dibantulah, kalau untuk kebutuhan sehari-hari Alhamdulillah dikasih makan tiap harinya, dan harapan saya juga sepanjang sungai ini agar supaya di bangun talud,”tandasnya. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here