Selain Rumah dan Sawah, Banjir juga Rendam 70 Ha Tambak Ikan dan Rusak Infrastruktur

254


WONOSOBO – Pemerintah Kecamatan Wonosobo sudah mendata dampak banjir luapan Sungai Way Semaka yang menggenangi wilayah Pekon Karanganyar pada (5/2) lalu.

Menurut Camat Wonosobo, terdapat sedikitnya 50 rumah dan 15 hektare areal persawahan yang terdampak banjir.”Tidak ada laporan korban jiwa maupun rumah yang rusak berat akibat banjir itu, ” katanya, kemarin (7/2).


Ia menambahkan, belasan hektare areal persawahan yang terendam sedang masa tanam. Padi di diperkirakan baru berusia tiga hingga tujuh hari. Sedangkan sisa lainnya sedang dalam persemaian benih.

“Padinya masih pendek-pendek, jadi banyak yang tenggelam. Tapi saat sudah surut dan dicek ternyata banyak padi yang utuh, tidak rusak, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Karanganyar Bambang Irawan menambahkan, selain merendam rumah dan areal persawahan, banjir luapan sungai Way Semaka juga merendam sedikitnya 70 hektare tambak yang ada dipekon setempat.

“Total tambak disana ada sekitar seratus hektare lebih, tapi yang terendam sekitar 70 hektar, ” ujarnya.

Tambak yang terendam itu rata-rata adalah tambak ikan bandeng dan nila. Selain merendam tambak, lanjut dia, banjir juga mengakibatkan sejumlah bangunan infrastruktur rusak.

“Talud penahan banjir yang dibangun Pemerintah Provinsi Lampung disekitar tambak juga rusak, beberapa penyangga taludnya amblas,” tutur Bambang.

Kemudian, masih Bambang, talud penahan banjir yang dibangun secara swadaya oleh warga setempat juga rusak akibat diterjang banjir.

“Talud yang baru dua hari dibangun oleh warga juga jebol diterjang banjir, ” bebernya.

Ia berharap, pemerintah dapat memperhatikan warga Pekon Karanganyar yang terdampak banjir.”Ya, harapan kami supaya warga yang terdampak banjir ini bisa segera diaksih bantuan benih ikan ataupun padi, untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir, ” harapnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus maupun Provinsi Lampung untuk membangun tanggul sungai Way Semaka. Hal itu guna mencegah terjadinya banjir yang selama ini kerap melanda wilayah pekon setempat.

“Pekon Karanganyar ini kan merupakan pekon yang paling ujung, dekat dengan Muara Sungai Way Semaka, jadi rawan banjir. Kalau bisa di sepanjang sungai ini dibangun talud, supaya air tidak tumpah lagi ke pemukiman, sawah maupun tambak warga, ” pungkasnya. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here