Sungai Way Binjai Meluap, Puluhan Rumah di Sukabanjar Kotaagung Timur Terendam Banjir

456

KOTAAGUNG–Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi Senin (4/3) sore hingga Senin malam menyebabkan puluhan rumah di Dusun Kedaung Pekon Sukabanjar terendam banjir. Banjir sendiri disebabkan oleh meluapnya sungai Way Binjai.

Menurut Kepala Pekon Sukabanjar, Risnawati, banjir sedikitnya merendam 40 rumah dari total 65 rumah di dusun tersebut, lalu sawah dan kebun cokelat warga juga mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang. Lalu banjir juga merobohkan satu tiang listrik dan mengikis lapisan aspal jalan.

“Ketinggian air yang masuk kerumah warga sekitar setengah meter,itu masuknya air sejak malam dan baru surut Selasa pagi (5/3). Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil saja, saat ini aparat pekon sedang mendata kerugian akibat banjir, “ujar kakon.

Kakon Sukabanjar berharap, agar pemerintah Kabupaten Tanggamus segera menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi terhadap sungai Way Binjai.” Ya, kami minta agar pemerintah segera menurunkan alat berat, sebab kalau Sungai tersebut tidak dinormalisasi maka kalau hujan deras lagi bisa banjir lagi, “pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan, Edi Nugroho mengatakan pihaknya sudah turun ke Dusun Kedaung Pekon Sukabanjar sejak Senin malam. Dan BPBD juga sudah menyalurkan bantuan logistik pangan siap saji kedaerah terdampak banjir.” Malam hari saat banjir kita sudah turun, dan setelah air surut personel BPBD juga turut membantu membersihkan material lumpur dirumah warga yang terdampak, kita juga sudah menyalurkan bantuan makanan siap saji, “kata Edi mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi.

Sementara mengenai permintaan kepala pekon Sukabanjar agar Alat berat segera diturunkan, Edi mengatakan bahwa saat ini alat berat masih bekerja didaerah yang lebih parah terdampak banjir yakni Kecamatan Pugung dan Bandarnegerisemuong.

“Sabar, seluruh pekon yang terdampak banjir akan mendapat penanganan, alat berat diturunkan didaerah dengan skala prioritas, kebetulan Pugung menjadi daerah terparah saat ini juga alat berat di Pugung belum bekerja sebab debit air masih tinggi dan deras,” ujarnya. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here