Hadir di Talk Show, Wakapolda Ingatkan Bahaya Hoaks

202

KOTAAGUNG–Wakapolda Lampung Brigjend Pol Teddy Minahasa menghadiri acara Talkshow Rumah Kita yang disiarkan secara Live Delay TVRI Lampung di Gedung Fasilitas Utama Kompleks Islamic Center Kotaagung, Senin (4/3) sore.

Dalam Talkshow yang dipandu pembawa acara Livianti itu mengangkat tema Negative Campaign or Black campaign dengan menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Komisioner KPU Lampung Dra. Handi Mulyaningsih, M.Si, Akdemisi dari Fakultas Hukum Unila Dr. Budiono dan Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Yossi Hariyoso.

Talkshow diawali dari pertanyaan pembawa acara Livianti ke Akademisi Unila Dr. Budiono. Dalam pertanyaan tersebut, Livianti mengatakan bahwa jelang Pemilu ada saja negative Campaign dan Black Campaign. Dirinya meminta penjelasan terkait dua hal tersebut. Dr Budiono menjelaskan bahwa Negative Campaign, adalah sebuah kampanye yang menjelekan lawan politik tapi dengan fakta sebenarnya, sedangkan Black Campaign, kampanye menyerang seseorang tapi tidak berdasar fakta. Lalu Livianti kembali bertanya ke Budiono pilih mana antara Negative Campaign atau Black Campaign.

“Kalau saya cenderung positif campaign karena menjual program dan gagasan, sebab pemilu ini bukan ajang pemecah tapi pemersatu bangsa, “kata Budiono yang disambut tepuk tangan penonton.

Sementara Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Yossi Hariyoso mengatakan bahwa untuk mencegah black campaign dan negative Campaign kuncinya yaitu menjadi pemilih cerdas yang tidak mudah terhasut oleh informasi negatif atau black campaign yang cenderung berisi kebohongan. “Mari Jadi pemilih cerdas, pilihan politik itu ya terserah tapi kita tetap bersaudara selamanya. Dan saya rasa masyarakat Tanggamus dan Pringsewu ini sudah cerdas, ini terlihat dari yang hadir saat talkshow ini yakni tokoh lintas agama dan lintas parpol tapi tidak ada yang ribut-ribut,”kata Yossi.

Sementara Handi Mulyaningsih dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa sejatinya masa kampanye adalah pendidikan politik bagi masyarakat, maka sudah seharusnya peserta pemilu menyampaikan pesan politik tersebut dengan baik dan bertanggungjawab.

“Black campaign itu untuk menjatuhkan lawan politik yang sifatnya menghujat bahkan sampai kepada yang sifatnya pribadi, padahal dalam aturannya kampanye menyampaikan visi misi program,” kata dia.

Sementara Wakapolda Lampung Brigjend Pol Teddy Minahasa saat closing statment mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi hoaks atau ikut menyebarkan hoaks sebab pelaku penyebar hoaks diancam hukuman pidana. “Dalam Pasal 28 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pelaku penyebar hoaks bisa dipidana dengan ancaman enam tahun penjara,” ujar Tedi.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Hi. A. M Syafii juga dimintai tanggapannya oleh pembawa acara talkshow Livianti. Menurut wabup Masyarakat Tanggamus, sudah cerdas dan dewasa meski beda pilihan tapi tetap kondusif.

“Kita kumpul lintas agama dan etnis tanpa mengedepankan perbedaan, kita terikat dalam satu pemikiran, pluralisme adalah sebuah kodrat dan meliharanya sebagai prestasi. Alhamdulillah Tanggamus situasinya kondusif jelang pemilu ini, kondisi ini sama saat pilkada tahun lalu, “kata Syafii.

Turut hadir dalam kegiatan Talkshow tersebut, Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Kasdim 0424 Mayor Inf Suhada Erwin, Kepala Kejari Tanggamus David P Duarsa, Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pringsewu Andi Wijaya, Forkopimda Pringsewu, Ketua KPU Pringsewu Andoyo, Komisioner KPU Tanggamus Zulwani, Ketua Bawaslu Tanggamus Dedi Fernando, tokoh parpol, tokoh agama, pelajar dan mahasiswa. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here