Balitbang Kemenhan RI Lakukan FS Kawasan Industri Pertahanan

433
Kepala Balitbang Kemenhan Ane Kusmayanti (Berjilbab) mendengarkan penjelasan dari Asisten Bidang Ekobang FB Karjiyono, Kepala BPN dan Dandim 0424 mengenai lahan yang nantinya akan dijadikan sebagai calon lokasi Industri Pertahanan, saat meninjau Batubalai, kemarin (15/2) Foto Rio Aldipo

LIMAU–Tim Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI meninjau lokasi yang rencananya akan dijadikan kawasan industri pertahanan.

Rombongan yang dipimpin Kepala Balitbang Kemenhan menhan Dr. Ir. Ane Kusmayanti, M. Sc, Sekretaris Balitbang Laksma TNI Ir. A. Budi Raharja dan Ketua Tim Kapuslitbang Sumdahan Brigjen TNI Ahmad Saepuddin, S. E. M. M meninjau Batubalai, disini rombongan mendapat penjelasan melalui peta oleh Asisten Bidang Ekobang Setdakab Tanggamus FB. Karjiyono, Kepala BPN Tanggamus Sudarman dan Plt Sekretaris Bappelitbang Yadi Mulyadi. Penjelasan berupa batas lahan milik Pertamina, lahan milik warga dan tanah kawasan hutan register 27 dan 28. Rombongan juga mendapatkan gambaran mengenai kedalaman laut maupun letak palung di perairan Teluk Semaka.

Usai meninjau, Kepala Balitbang Kemenhan menhan Dr. Ir. Ane Kusmayanti, M. Sc, belum mau berkomentar panjang mengenai hasil tinjauan,begitu juga saat ditanya mengenai peluang kemungkinan Industri Pertahanan dibangun di Tanggamus. “Itu belum ketahuan, kan baru Feasibility Study (FS),” ujar Ane yang bergegas masuk kedalam mobil.

Sementara Asisten Bidang Ekobang FB. Karjiyono juga belum banyak memberikan penjelasan. Menurut dia, Tim Balitbang Kemenhan baru melakukan FS. Hasil dari FS inilah yang nanti akan menentukan layak atau tidaknya industri pertahanan dibangun di Tanggamus.
“Kita juga belum tahu berapa lama FS dilakukan. Harapan kami Pemkab Tanggamus tentu agar Industri Pertahanan jadi dibangun di Tanggamus, “ujar Karjiyono.

Masih kata Karjiyono bahwa, lahan industri pertahanan berbeda dengan lahan kawasan industri maritim (KIM).” Tidak sama, lahan industri pertahanan ini diluar dari 800 ha milik Pertamina yang akan dijadikan KIM,kalaupun nantinya jadi maka lahan industri pertahanan melalui pembebasan lahan milik warga dan juga sebagain wilayah register cuma belum tahu register 27 atau 28,”pungkas Karjiyono. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here