Pegawai Lapas Kotaagung Kembali Jalani Tes Urine

512

KOTAAGUNG–Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tanggamus menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung, Kamis pagi (24/1).

Kedatangan lembaga yang bergerak dibidang pencegahan dan pemberantasan narkoba ini bukan untuk merazia atau menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba melainkan untuk melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai dilingkungkan Lapas Kelas II B Kotaagung.

Tes urine tersebut sifatnya mendadak dan diluar agenda. Sebab kedatangan BNNK tersebut hanya penandatanganan MoU antara Lapas Kelas II B Kotaagung dan BNNK mengenai kerja sama dalam hal pencegahan peredaran narkoba di dalam lapas.

“Saya tahunya kesini (Lapas, red) untuk memenuhi undangan dari Kalapas Kotaagung Sohibur Rachman, seusai penandatanganan MoU kita ngobrol, tiba-tiba kalapas ingin agar sekalian digelar tes urine, saya juga sempat kaget sebab personel untuk tes urine tidak dibawa begitu juga peralatan, akhirnya saya telepon petugas untuk merapat ke Lapas Kotaagung, “ujar Kepala BNN Kabupaten Tanggamus, Kholbidi.

Dilanjutkan Kholbidi, bahwa peralatan tes urine semuanya pihak Lapas yang menyediakan.” Kita hanya tenaganya saja, kalau peralatan sudah disiapkan lapas, alat tersebut sudah sesuai standar BNN dan memang kemandirian ini bagus dan kita dukung, “katanya.

Untuk hasilnya sendiri lanjut Kholbidi, sementara belum diketahui.” Saat ini belum, sampel urine sedang diperiksa termasuk kalapas juga ikut tes urine, “kata dia.

Sementara Kepala Lapas Kelas II B Kotaagung, Sohibur Rachman mengatakan, bahwa tes urine mendadak merupakan, inisiatifnya hal ini untuk memastikan bahwa seluruh pegawai Lapas Kotaagung bebas dari narkoba.

“Sengaja saya nggak bilang, begitu selesai acara penandatanganan MoU, saya minta seluruh pegawai kumpul, untuk dilakukan tes urine,” katanya.

Masih kata Sohibur bahwa, jika ada anak buahnya yang urinenya positif mengandung narkoba, maka hal pertama yang dilakukan adalah klarifikasi sebab bisa saja, sebelumnya minum obat yang mengandung zat psikotropika. “Ya, kita tanya dulu kalau memang positif sebelumnya minum obat batuk atau obat lain ga, kan bisa saja itu,tapi Alhamdulillah, dari tes pertama beberapa waktu lalu semua pegawai negatif narkoba. Ini tes kali kedua, mudah-mudahan negatif semua, kalau ada yang positif narkoba tentu akan diberikan sanksi, “tegas mantan Karutan Depok itu. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here