Pelihara Toleransi, Kesbangpol Gelar Diskusi Lintas Agama

254

KOTAAGUNG–Sebagai upaya memelihara kerukunan dan toleransi kehidupan antar umat beragama, khususnya pada kalangan pemuda di Kabupaten Tanggamus, Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) kabupaten setempat melaksanakan Diskusi Toleransi Pemuda Lintas Agama.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Hotel Hosana, Gisting, Kamis (27/12) tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Tanggamus Hi. A. M. Syafii.

Syafii dalam sambutannya mewakili Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani mengatakan bahwa hak beragama adalah hak asasi manusia yang tidak boleh dikurangi dalam keadaan apapun, sehingga setiap orang bebas memilih agama dan beribadat menurut agamanya dan ini telah dijamin Undang-undang dasar 1945.

“Untuk itu pemerintah berkewajiban melindungi setiap usaha penduduk melaksanakan ajaran agama dan ibadat pemeluknya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, tidak menodai agama serta tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, “kata Syafii.

Syafii juga menilai bahwa selama ini di Kabupaten Tanggamus, kehidupan sosial beragama cukup harmonis dan kondusif.
” Kondusifitas hubungan yang harmonis antar umat beragama di Tanggamus tentunya sangat menunjang kelancaran pelaksanaan pembangunan demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, “ujarnya.

Dilanjutkan wabup bahwa pemeliharaan toleransi antar umat beragama wujud konkretnya yakni menghormati setiap peribadatan dan perayaan agama.” Mari kita hormati apabila ada saudara kita yang menjalakan peribadatan dan merayakan hari besar agamanya, dan ini sudah terpelihara dengan baik di Tanggamus, “pungkas Syafii.

Sementara Kepala Kantor Kesbangpol Tanggamus, Ajpani mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan Diskusi Toleransi adalah untuk menciptakan kedamaian, persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

” Peserta dari kegiatan ini adalah pemuda lintas agama yang tergabung daka organisasi kemasyarakatan (Ormas), seperti GP Anshor, IPM, LDII, Pemuda Katolik, Perhimpunan Pemuda Hindu, Pemuda PGKT dan Pemuda Budha Tanggamus sedangkan narasumber berasal dari perwakilan umat beragama dan Pemkab Tanggamus, “kata Ajpani. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here