Warga Masih Trauma, TRC Diwilayah Pesisir Diminta Siaga

420
Berikan Pelayanan: Tim Medis dari tim reaksi cepat (TRC) Puskesmas Kelumbayan saat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Kelumbayan.TRC dimasing puskesmas diminta siaga untuk memberikan pelayanan khususnya di wilayah pesisir. (Foto IST)

KOTAAGUNG–Tim reaksi cepat (TRC) dimasing-masing Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) khususnya di Kecamatan Kelumbayan, Cukuh Balak, Limau dan daerah pesisir lainnya diminta terus siaga.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus Sukisno melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Basri mengatakan. TRC diminta terus siaga menyusul terjadinya bencana tsunami yang terjadi di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, pada Sabtu malam (22/12) yang mengakibatkan balita berusia 4 tahun meninggal dunia. Untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami susulan maka TRC yang memang ada ditiap Puskesmas diminta siaga untuk memberikan pelayanan medis.

“Khusus untuk di Kelumbayan, TRC kita telah mendirikan posko dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sejak Sabtu malam, dan untuk saat ini semua TRC yang ada diwilayah pesisir kita minta siaga, baik itu di Cukuhbalak, Limau, Kotaagung Timur, serta daerah lainnya,”kata Basri, Rabu (26/12)

Ia menerangkan, kondisi saat ini di Pekon Kiluan Negeri, masih bisa ditangani oleh TRC. Kendati demikian, Diskes siap membantu jika memang kekurangan tenaga medis, namun untuk saat ini penanganan dan pelayanan medis bagi masyarakat setempat baru melibatkan TRC dari Puskesmas Kelumbayan.

“Kita tetap komunikasi dengan TRC disana. Dan hingga saat ini belum ada permintaan dari mereka untuk penambahan tenaga medis. TRC disana standby di posko pengungsian, karena warga khususnya ibu dan anak-anak masih trauma, dengan gelombang besar yang terjadi Sabtu malam,”ujarnya.  

Sekedar diketahui, Gelombang pasang dan Tsunami menerjang Teluk Kiluan, Pekon Kiluan Negeri Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Sabtu malam (22/12). Akibat terjangan gelombang tersebut satu balita berusia 4 tahun meninggal dunia atas nama Neni Muriati.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus, Ns. Maryani mengatakan, gelombang pasang dan tsunami menerjang Dusun Sinar Maju, Sinar Agung dan Bandung Jaya Pekon Kiluan Negeri sekitar pukul 21.00 WIB.

Selain korban meninggal dunia, terangnya sejumlah bangunan juga rusak akibat terjangan gelombang Tsunami, rinciannya satu rumah hilang, tiga rumah rusak berat, 4 vila/penginapan rusak, 72 perahu rusak berat, serta dermaga dan satu shelter roboh.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here