Banjir di Sukabanjar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

280
Foto Ilustrasi

KOTAAGUNG- Banjir yang melanda Pekon Suka Banjar, Kecamatan Kotaagungtimur, Kabupaten Tanggamus pekan lalu ditaksir mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Pasalnya, selain merusak perkebunan kakao dan pisang, banjir juga merusak tanaman padi yang sudah siap panen.

“Sekitar 10 hektar kebun kakao dan pisang yang rusak, kemudian 2 hektar tanaman padi,”kata Kepala Pekon Suka Banjar, Ristiani.

Ia mengaku, banjir tidak hanya merusak kebun dan sawah warga, tapi juga menghanyutkan bangunan gorong-gorong di dusun Payhabung. Kemudian jalan lintas pesisir milik provinsi lampung tepatnya di Pedukuhan Tamiang ambrol setengah badan jalan.”Sementara belum diperbaiki Jalan Provinsi yang ambrol kami pasang penanda. Nah, untuk gorong-gorong masih tetap kondisi pasca kejadian,”ujarnya.

Menurutnya, banjir akibat meluapnya Sungai Way Binjai di Pedukuhan Batu Balai itu sempat merendam puluhan rumah warga sekitar. Akibatnya, peternakan rata-rata hewan peliharaan seperti ayam, bebek dan mentok banyak yang mati. Namun, untuk jumlah pihaknya dapat memastikan berapa banyak.

“Kalau untuk korban jiwa kami pastikan tidak ada. Karena pada saat banjir melanda, warga sudah menyelamatkan diri masing-masing,” kata Ristiani.

Ristiani menjelaskan, musibah banjir itu memang menurutnya kejadian yang tak terduga. Pasalnya, kondisi geografis daerah secara umum kategori dataran tinggi. Kecuali, daerah-daerah yang dekat dengan aliran sungai. “Tapi, namanya musibah tidak ada yang tahu kapan kejadiannya. Dan ini juga karena sungai mengalami pendangkalan,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya memastikan seluruh warganya sudah kembali ke kediamannya masing-masing. Meski diakui bahwa beberapa warga terpaksa mengungsi karena masih trauma, terlebih musim hujan masih terus berlangsung.”Sebagian korban sudah kembali ke rumah mereka,”sebut Ristiani.

Lebih jauh ia menerangkan, untuk saat ini pihaknya baru sebatas memberikan himbauan kepada warga, terutama yang tinggal dibawah perbukitan dan bibir sungai agar lebih wapada. Selain itu, pihaknya juga tengah mengusulkan alat berat agar bisa turun untuk normalisasi sungai Way Binjai yang sudah mengalami pendangkalan.

“Surat usulan alat berat ke Pemkab Tanggamus besok kami kirim. Sebab, salah satu penyebab banjir itu karena sungai way binjai sudah mengalami pendangkalan, sehingga ketika hujan arus air dari hulu sangat deras dan meluap ke pemukiman warga,”tutupnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here