Faktor Cuaca, Produksi Padi Turun

50

GADINGREJO- Hasil panen padi terakhir pada bulan Oktober mencapai 5,42 ton/Ha di Wilayah Gadingrejo mengalami penurunan dari bulan September yang mencapai 5,87 Ton/Ha.

Penurunan produksi tersebut dikarenakan adanya kendala pada cuaca juga irigasi.

Menurut KUPTD Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gading Rejo Yuni Hartono ,.SP. ada tiga kendala yang menyebabkan hasil panen menurun. “Ada 3 kendala yaitu faktor cuaca yang mengalami kemunduran, iklim di indonesia itu kan ada dua , musim hujan dan kemarau, musim hujan itu seharusnya dimulai dari bulan Oktober dan berakhir pada bulan Mei, sedangkan tahun ini musim hujan dimulai pada awal bulan desember, yang kedua bendungan di Waygatel belum bisa digunakan, yang ketiga yaitu faktor prilaku yang belum memahami betul tentang managemen cuaca, musim hujan itu kan ada 6 bulan, sementara usia padi itu 3 bulan jadi ini ada 2 MT dan kalau petani betul betul bisa memahami tentang manajemen cuaca ada juga kendala irigasi yang ada di tugu gajah karna saluran air berliku akibatnya air tidak lancar mengalir untuk persawahan di daerah Buluh Rejo,” ujar Hartono(5/12).

Menurut Hartono para petani masih menggunakan pola metode dari petani-petani dahulu dan perlu melakukan perombakan pola agar produksi membaik. “Ya para petani masih pakai pola petani yang dahulu makanya ini saya rombak dan hasilnya terbukti bulan Desember ini bisa tutup tanam, berarti musim panen nanti jatuh pada bulan maret dan nanti akhir april harapannya sudah mulai tutup tanam jadi Juli sudah bisa panen kembali dan alhamdulilah petani sudah mulai memahami tentang manajemen cuaca,” ujar Hartono.

Hartono berharap ada sinergisitas antara kelompok petani, P3A dan Operator bajak melalui UPJA. “Harapan nya kebersamaan antara pamong desa dan para tokoh masyarakat bisa memahami tentang manajemen cuaca sehingga dapat mengkoordinasikan kepada para petani, yang kedua harus ada sinergisitas antara kelompok tani dan (perkumpulan petani pemakai air) P3A dan Operator bajak melalui UPJA jadi 3 komponen ini harapan nya untuk kedepan bisa betul-betul menyatu,” ujar Hartono.

Bendungan Way Gatel yang menjadi saluran irigasi diketahui telah diperbaiki 100% dan sudah mulai digunakan guna sarana irigasi para petani. 

Untuk program kedepan Hartono Berharap dapat menciptakan IP300 di kecamatan Gading Rejo. “Jadi harapan kami ke depan,kami bisa menciptakan ip300 yaitu indeks panen dan pertanaman, kalau biasa nya hanya padi, harapan saya padi dan palawija untuk di lawan sawah, sedangkan untuk di lahan pekarangan masayarakat bisa mampu memanfaatkan pekarangan semaksimal mungkin untuk tanamkan padi, jagung dan kedelai (PAJALE), dan kemarin koordinasi dari dinas untuk penanaman jagung itu udah berjalan sekitar 70% tapi tidak serempak mengingat musim,” ujar Hartono. (cr1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here