Korban Banjir Cukuhbalak Belum Terima Bantuan

246

CUKUHBALAK- Bencana tanah longsor dan banjir tidak hanya terjadi di Kecamatan Kotaagungbarat, Semaka dan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, tetapi hal serupa juga terjadi di Kecamatan Cukuh Balak, tepatnya di Pekon Doh. Bedanya, jika di kecamatan lain sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, di pekon itu hingga kini belum juga mendapat perhatian dari pemkab setempat. Padahal dampak bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga tetapi juga menghanyutkan satu unit jembatan.

Kepala Pekon Doh, Yuzarni kepada Radar Tanggamus mengatakan, hujan deras yang terjadi pada, Jumat (30/11) selain merusak 4 rumah dan merendam ratusan warga juga menghayutkan satu unit jembatan yang berada di Dusun Way Bangik, Pekon Doh. Kemudian sebanyak lima titik jalan tertimbun tanah longsor.

“Ada 4 rumah rusak berat dan banjir juga menghayutkan 1 unit jembatan. Lokasinya di dusun Waybangik,”katanya.

Ia mengaku, meski tidak ada korban jiwa dalam musibah itu para korban terutama empat rumah yang rusak berat tidak kunjung mendapat bantuan dari pemerintah, sementara mereka yang rumahnya menjadi korban banjir masih mengungsi ke tempat yang aman.”Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah. Sementara ke 4 kepala keluarga (KK) masih mengungsi, Kalaupun ada bantuan makanan paling dari warga sekitar,”terangnya.

Yuzarni melanjutkan, banjir juga merendam ratusan rumah dengan tingkat kerusakan ringan. Begitu juga ke lima titik jalan yang tertimbun longsor hingga kini belum bisa dilintasi kendaraan roda empat, kalaupun bisa paling kendaraan roda dua. Bahkan, terhitung beberapa hari masyarakat disana sempat putus komunikasi karena listrik padam.

“Kalau secara lisan sudah kami laporkan ke dinas terkait, akan tetapi belum ada tindak lanjutnya. Bahkan bantuan makanan ringan yang memang korban harapkan belum juga datang,”ujar dia.

Yuzarni berharap agar pemerintah dalam hal ini dinas terkait dapat turun ke pekon itu, sehingga bisa melihat secara langsung kondisi para korban pasca banjir. Selain itu, penangan cepat juga perlu dilakukan terutama memperbaiki jembatan yang rusak. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat hilir mudik.

“Apa bedanya kami dengan lain. Derita para korban yang kehilangan tempat tinggal itu sama, kenapa korban yang ada di Pekon kami kurang mendapatkan perhatian,”pungkasnya.

Dibagian lain, Pemkab sudah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di empat kecamatan seperti Limau, Cukuhbalak, Kelumbayan dan Kelumbayan Barat, kendala saat ini karena masih adanya akses jalan terputus. Berdasarkan informasi dari Polsek Limau, pada Selasa malam bantuan logistik untuk wilayah Kecamatan Cukuhbalak, sudah masuk di Kuripan Kecamatan Limau.(Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here