Bupati: Implementasikan Sifat Nabi Muhammad Dalam Kehidupan

373

KOTAAGUNG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2018/ 1440 Hijriah tahun 2018 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ir.Soekarno Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Rabu (21/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, Wakil Bupati Hi. AM. Syafii, Kasdim 0424 Tanggamus Mayor Inf Suhada Erwin, Kabag Ren Polres Tanggamus Kompol Misbahudin, jajaran OPD, camat dan majelis taklim. 

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, dalam sambutannya menyampaikan, Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan, namun hendaknya kegiatan tersebut dijadikan momentum, sebagai upaya untuk lebih menumbuhkan rasa cinta dalam mengenal sosok Nabi Muhammad SAW, mencintai serta meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari hari.

“Pemkab Tanggamus, terus konsisten memberikan bantuan bagi Guru ngaji, PPN, dan khotib, dan kedepan bantuan serupa juga akan kita berikan kepada marbot dan musholla yang ada di Tanggamus, hal itu kita lakukan karena pentingnya nilai keagamaan dalam kehidupan agar terus digaungkan,”kata Bupati.

Menghadapi tahun 2019 lanjut Bunda Dewi, yang bertepatan dengan tahun politik, pemilihan presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif. Ia kembali menekankan semuanya harus berlandaskan serta meneladani sifat-sifat Rasul, menjaga sikap sopan santun hal ini agar supaya jangan sampai antara satu dengan yang lainnya terpecah belah oleh hasutan-hasutan pihak yang tidak bertanggung jawab. 

“Kiranya dalam kehidupan kita semua selalu meneladani sifat-sifat serta ajaran dari Rosullah, dan tidak hanya dipelajari saja namun diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga rahmat dan hidayah dari Allah bisa kita dapatkan,”ujarnya.  

Sementara itu, Ustad Ahmad Kaswito Alhavis dalam ceramahnya, saat menerangkan sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW, menyampaikan bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan menjadi rosul  ada sejarah perjuangan umat islam yang perlu kita ketahui dan kita tularkan kepada generasi anak cucu kita, yang mana dijelaskannya bahwa saat itu suku Qurais pada zamannya telah pandai dalam segi memperbaiki ekonominya dengan cara berdagang, namun mereka melupakan Allah, di satu sisi umat islam di kota Makkah juga telah ramai mengunjungi Kabbah sebagai tempat peribadahan oleh umat islam 

“Pasukan Qurais merasa iri dengan adanya Kabah yang ramai dengan umat yang melaksanakan ibadah, lalu raja Abrahah pun membangun sebuah gereja tandingan untuk memecah belah umat muslim di mekkah,  dan pada saat itu berhasil saat itu umat muslim di kabah sepi tidak ada yang beribadah sedangkan digereja yang dibangun oleh raja Abrahah ramai dikunjungi namun tak lama kemudian gereja tersebut dikotori oleh hewan hewan dan burung sehingga sepi lagi umat kristiani yang pergi beribadah karena gerejanya yang kotor, kemudian raja Abrahah murka dan menyuruh para tentara Qurais untuk menggempur Ka’bah di Mekkah, namun apa yang terjadi Allah menyelamatkan Ka’bah tersebut dari gempuran tentara qurais dengan mengerahkan burung burung dan melemparkan batu batu kerikil yang panas kepada tentara Qurais yang mengendarai gajah,”terangnya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here