Puluhan Kakon Belajar Bumdes ke Ponggok, Seperti Apa Hasilnya,,

437

PRINGSEWU – Hasil Bimbingan Teknis (Bimtek) dan belajar bersama dengan mengunjungi wisata air bernama Umbul Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diharapkan dapat menambah pola pikir dan memotivasi para kepala pekon maupun pengelola BUMDes di Kabupaten Pringsewu.

“Semoga dapat menambah pola pikir dan memotivasi para kepala pekon dan pengelola BUMDes di Kabupaten Pringsewu untuk berbuat sesuai dengan kondisi dimasing-masing pekonnya,”Ungkap Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Kabupaten Pringsewu Ivan Kurniawan pada Press Realese seusai mengunjungi Umbul Ponggok, Klaten, Kamis (1/11).

Kunjungan yang dilaksanakan DPC APDESI Kabupaten Pringsewu bersama sekitar 108 peserta dari unsur kepala pekon, sekretaris pekon, kaur dan pengelola BUMdes dari 54 pekon di Kabupaten Pringsewu.

Menurut Ivan Kurniawan, bahwa pihak pekon dan BUMDes di Pringsewu tidak harus mengikuti seperti Umbul Ponggok yang merupakan sebuah kolam renang alami yang dikembangkan menjadi obyek wisata yang cukup terkenal, karena memang kondisi alamnya mendukung dengan banyaknya sumber mata air.

“Mungkin di Kabupaten Pringsewu hanya tiga wilayah kecamatan yang bisa menirunya seperti Kecamatan Pardasuka, Pagelaran dan Pagelaran Utara, karena memang banyak sumber mata airnya,” jelasnya.

Sedang di pekon kecamatan lain yang tidak memungkinkan membuat wisata air seperti Umbul Ponggok, tetapi harus bisa mengambil menset dan mengubah pola pikir untuk berani berbuat sesuai dengan kondisi alam dan SDM pekonnya.
“Saya merasa yakin dengan kebersamaan dan kekompakan jajaran aparat pekon dan pengelola BUMDes serta dibantu pihak terkait pasti akan bisa dan membuahkan hasil. Yang penting harus berani untuk mencobanya. Semoga bisa berhasil seperti BUMDes Tirta Mandiri yang mengelola Umbul Ponggok itu,”terangnya.

Ivan Kurniawan menambahkan, berdasarkan informasi dari Direktur BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok Joko Winarno, pada awal 2012 pendapatan kotor Rp150 juta dan setahun kemudian meningkat menjadi Rp600 juta bahkan tahun 2014 melonjak mencapai Rp1,1 miliyar. “Untuk tahun 2018 ini mentargetkan Rp15 miliar melalaui BUMDes Tirta Mandiri yang berhasil mengembangkan 13 unit usaha terdapat sembilan di antaranya sudah berbentuk PT. Bahkan akan merealisasika program bantuan beasiswa untuk satu rumah minimal lulus menjadi sarjana,” Ivan.

Sementara Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Pringsewu didampingi Sekretaris Catur Budi Pramono mengatakan, agenda tersebut salah satu realisasi program kerja DPC Apdesi Pringsewu untuk pertama kalinya diluar Kabupaten Pringsewu, selama lima hari (PP). Mulai Minggu (28/10) hingga Kamis (1/11).

“Agenda ini resmi berdasarkan dengan peraturan yang berlaku dan Undang-Undang tentang desa,” tandasnya. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here