Kesadaran Masyarakat Membuat Jamban masih Rendah

94

KOTAAGUNG-Kesadaran masyarakat di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus untuk membuat jamban, sebagai salah satu sarana penunjang sanitasi pemukiman masyarakat, dinilai masih rendah dan perlu kembali diadakan sosialisasi.  Sebab masih ada kebiasaan warga masyarakat yang membuang air besar di sembarang tempat, dan itu akan memberikan 

dampak lingkungan dan munculnya penyakit. Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, Ahamd Parid mengatakan, masih perlu dilakukan penyadaran untuk hidup sehat dengan pembuatan jamban kepada masyarakat, teutama masyarakat di pinggir pantai sebab masih banyak warga yang membuang hajat di pinggir pantai dan sungai. Padahal pembuatan jamban ini tidak begitu besar menyedot biaya.

”Untuk membuat jamban tidak perlu mahal, karena bisa dirancang dan dibuat sendiri dengan biaya terjangkau,” katanya,

Menurutnya, pihaknya merencanakan untuk mengadakan sosialisai serta pelatihan membuat jamban secara swadaya kepada masyarakat. ”Sasarannya warga masyarakat yang dinilai masih membutuhkan jamban,” terangnya.

Dengan adanya program kegiatan tersebut, maka tidak ada lagi pandangan membuat jamban itu mahal. ”Sebab bisa disesuaikan dengan kemampuan perekonomian mereka,” jelasnya. Disamping itu, sosialisasi pembuatan jamban juga diharapkan akan mengubah pola hidup negatif warga masyarakat. ”Ini perlu diubah,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih minim. PHBS untuk buang air besar di jamban bukan karena rendahnya faktor ekonomi, melainkan karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat di perkampungan.

“Bukan karena faktor ekonomi masih banyaknya warga yang belum memilik MCK. Tapi, itu faktor kebiasaan dari sejak dulu. Tapi saya yakin itu pola masyarakat itu bisa dirubah dengan cara perlahan-lahan melakukan pendekatan dan memberikan masukan tentang dampak tindakan mereka itu,” tutupnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here