Tanggamus Rawan Bencana, Petugas BPBD Siaga 24 Jam

676

KOTAAGUNG—Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu daerah di Provinsi Lampung yang rawan terjadinya bencana alam seperti gempa bumi yang berpotensi tsunami, longsor dan banjir bandang. Meyadari potensi kerawanan bencana tersebut, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus siaga selama 24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi bencana alam yang kemungkinan terjadi kapan saja.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Romas Yadi, petugas siap siaga  sudah dibentuk beberapa tahun lalu dengan menggunakan sistem piket. Selain itu,berbagai peralatan seperti armada dan fasilitas dalam menghadapi bencana sudah disiapkan.

“Apalagi  saat ini curah hujan cukup tinggi, potensi bencana alam bisa saja terjadi. Yang penting kami sudah siap siaga selama 24 jam,”kata Romas, kemarin (2/10).

Kendati tidak pernah diharapkan datang bencana, namun peralatan penunjang dan tim wajib disiapkan, mengingat Tanggamus salah satu kabupaten yang memiliki potensi terbanyak.” Intinya harus tetap siaga, terutama di daerah yang rawan banjir, tanah longsor, dan angin putting beliung,”terangnya.

Mantan Kepala Dinas PUPR itu menambahkan, ada beberapa kecamatan yang rawan akan bencana seperti Kecamatan Semaka, Kecamatan Wonosobo, Bandarnegeri Semuong,  Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Cukuhbalak, dan Kecamatan Limau.”Ketujuh kecamatan itu termasuk yang paling rawan bencana banjir dan longsor,”jelas Romas. 

Romas menambahkan,  BPBD Tanggamus selalu mengimbau kepada semua masyarakat, khususnya bagi pemukiman warga yang berdekatan dengan tebing dan aliran sungai untuk tetap waspada dengan datangnya bencana longsor dan banjir.

” Kami sudah menyiapkan semua peralatan bencana, termasuk mensiagakan tim. Peralatan yang kami siapkan mobil rescue, perahu karet, tenda pengungsi, dan kebutuhan logistik. Untuk posko siaga 24 jam,”paparnya.

Lebih jauh ia menjelaksan, kepada pekon dan camat agar dapat segera memberikan laporan ketika diwilayahnya terkena bencana. Hal ini agar petugas piket dapat langsung turun kelapangan untuk membantu para korban.”Jadi petugas yang jaga akan langsung turun ke lokasi bencana setelah 
mendapatkan informasi. Nah, kepada kakon dan camat agar segera mungkin memberikan informasi jika ada bencana,”tutup Romas. (Zep) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here