Kesuksesan Kulonprogo Bakal Diduplikasi di Pringsewu

373

PEMBINAANDinas PMP Pringsewu dan TA Pengembangan Ekonomi Desa P3MD Pringsewu melakukan pembinaan BUMdes di Kecamatan Ambarawa, dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Suryo Cahyono ingin menduplikasi program unggulan dari Kabupaten Kulonprogo di Kabupaten Pringsewu.

PRINGSEWU – Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Suryo Cahyono akan berupaya optimal menduplikasi dan mengembangkan program – program unggulan Kabupaten Kulonprogo di Kabupaten Pringsewu. Hal tersebut diungkapkan Suryo Cahyono saat membuka acara pembinaan BUMdes di Kecamatan Ambarawa, Senin (1/10) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Suryo Cahyono, Sekretaris Dinas PMP Ivan Kurniawan, TA Pengembangan Ekonomi Desa P3MD Dini Desthini, Camat Ambarawa Yuli Susapto, PD setempat Fadri Septa, Para PLD Sukriyah dan Umi Haniah, Kasi Usaha Ekonomi Fazarul Isnan.

Suryo Cahyono berbagi cerita tentang Kabupaten Kulonprogo. Menurutnya bagi sebagian orang, Kulonprogo termasuk daerah asing. Tak banyak yang mengenal daerah di Provinsi DI Yogyakarta itu. Padahal menurut Suryo, disanalah program mengangkat produk lokal sukses dijalankan. “Nama programnya ‘Bela dan Beli Kulonprogo’, jelas Suryo.

Program ini diluncurkan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo bersama Wakil Bupati, Sutedjo, pada tanggal 25 Maret 2013. Ikrar gerakan Bela Beli Kulonprogo waktu itu semangatnya adalah merebut pasar di negeri sendiri.

“Program ini merupakan gerakan untuk membeli dengan cara membeli produk-produk lokal yang dipunyai di wilayah barat Provinsi DIY ini. Bahwa Hasto menyadari, masih banyak warga Kulonprogo yang kesejahteraannya masih kurang di bandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi DI Yogyakarta,” pungkasnya.

Sementara itu sumber daya alam dan sumber daya manusia ada di kabupaten yang terletak di sebelah barat Sungai Progo itu. Suryo menyambung “Ini program ideologis untuk kemandirian bangsa secara ekonomi. Caranya ya dengan membeli produk sendiri,” ungkap Suryo apa yang pernah Hasto ceritakan padanya.

Sebagamana cerita Hasto kepada Suryo yang bercerita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini, dari sisi teknologi dan infrastruktur Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara lain. Tidak ada waktu untuk mengejar ketertinggalan tersebut secara cepat. 

“Contohnya HP itu produk teknologi dari luar. Kita tidak bisa membuat sendiri, termasuk teknologi elektronik lainnya. Tak ada waktu lagi untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” kata Hasto kepada Suryo.

Salah satu cara untuk mengatasi ketertinggalan itu, lanjut cerita Hasto kepada Suryo adalah dengan mengkampanyekan pemakaian produk-produk lokal atau menguasai pasar sendiri. Meski hal itu bukan perkara mudah dan mendapat respons positif, dia optimis program akan berhasil.

Menurut, Suryo banyak sekali hal yang bisa diduplikasi dari Kabupaten Kulonprogo. Untuk itu dirinya berupaya akan menduplikasikan program program unggulan tersebut di Kabupaten Berjuluk Bumi Jejama Secancanan ini.(arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here