Jaga Kerukunan Umat Beragama Dinsos Pringsewu Gelar Dialog

246

Caption : Kepala Dinsos kabupaten Pringsewu, Arif Nurgoho menyerahkan batu prasasti program Forum Keserasian Sosial kepada ketua FKS pekon Srikaton, Saepul.

PRINGSEWU – Indonesia terdiri dari berbagai suku dan agama harus bisa tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk tetap menjaga NKRI dalam satu bingkai kita harus hidup rukun. Jangan hanya ngomong rukun saja. Walaupun ada gesekan itu wajar. Karena, ada perbedaan itu adalah keharusan yang sudah menjadi kodrat ilahi,”Ungkap Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten Pringsewu, Sukarman saat memberikan materi pada acara Dialog Tematik Kerukunan Antar Umat Beragama Forum Keserasian Sosial Pekon Srikaton Kecamatan Adiluwih yang berlangsung di Halaman SDN 4 Srikaton, Selasa (2/10).

Dialog tematik dengan menghadirkan 5 orang nara sumber berasal dari Pemuda Khatolik Pringsewu, Ketua NU Ranting Kecamatan Adiluwih, Pemuda Muhammadiyah Pringsewu dan pendamping Forum Keserasian Sosial yang dikuti ratusan masyarakat pekon Srikaton.

Ketua Pemuda Khatolik Pringsewu, Robertus Didik Budiawan C, dalam materinya mengatakan intinya iman dan agama itu menjadi persoalan pribadi. “Sehingga tidak perlu menjadi perdebatan. Karena kalau itu sampai terjadi, tentunya akan menimbulkan konflik, atau mengganggu stabilitas kehidupan bermasyarakat,”ucap dia.

Menurut dia, sebagai masyarakat yang beragam, seringkali dihadapkan dengan segala macam tantangan kemanusiaan. Seperti kemiskinan, pendidikkan dan keterbelakangan. Sehingga sepakat bila masyarakat yang berlatar belakang agama berbeda-beda lebih mendiskusikan terkait persoalan kemanusiaan.

“Khususnya untuk bergandengan tangan dalam rangka memecahkan solusinya, tanpa mengganggu keimanan pribadi masing masing. Maka dengan asas kegotong royongan itu dapat semakin menumbuhkan kerukunan masyarakat.
Tantangan kemanusiaan ini dapat menjadi medan bekerjasama dengan inspirasi iman yang berbeda-beda”jelas Didik.

Ketua Forum Keserasian Sosial Pekon Srikaton, Saepul Rahman mengatakan ada beberapa bantuan program Keserasian Sosial (KS) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang sudah diselesaikan. Diantaranya pembangunan talud dan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) pekon Srikaton. Kemudian rehap pembangunan sumur bor sudah mencapai 80 persen dan pembangunan gorong-gorong.
“Dalam hal untuk progran Keserasian sosial di pekon Srikaton insya allah hasil dapat maksimal. Harapan kami banyak program-program dari Dinsos untuk kemaslatan umum masyarakat di Srikaton dapat terus berlanjut berkesinambungan. Sehingga bisa mendongkrak ekonomi dibidang sosial,”kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Pringsewu, Arif Nurgoho dalam sambutan arahnya mengatakan program keserasian sosial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pekon.
“Untuk mari kita dukung program keserasian sosial merupakan program bersaman dalam menjaga kemajemukm kerukunan antar beragama. Saya ucapan selamat berjuang mensukses program keserasian sosial. Jangan sampai ada cacat ada masalah,”tegasnya.

Ia berharap kepada masyarakat dapat terus menjaga kerukunan antar umat beragama untuk membangun kemajuan bangsa indonesia.
“Kalau kita tidak rukun ribut terus sudah pasti tidak bisa membangun bangsa ini. Untuk mari kita tetap menjaga kerukunan umat beragama,”kata Arif.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Camat Adiluwuh Sutaryo, para aparatur pekon Srikaton, tokoh agama dan masyarakat serta jajaran uspika kecamatan Adiluwih. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here