Jembatan Way Lunik Ambrol, Akses Jalan Terputus

284

KOTAAGUNG—Jembatan Way Lunik, Pekon Kubu Langka, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus ambruk Selasa malam (25/9) sekitar pukul 21.00 WIB, akibatnya akses jalan menuju Kecamatan Kelumbayan Barat dan Kelumbayan maupun sebaliknya putus total.

Sekretaris Pekon Kubulangka, Wahyu mengatakan, jembatan darurat yang terbuat dari kayu dan papan itu ambruk setelah dilintasi dump truk bermuatan pasir dan besi.”Kondisi jembatan ini memang sudah lapuk, jadi ketika dilintasi kendaraan bermuatan berat langsung ambruk,”katanya.

Ia melanjutkan, akibat ambruknya jembatan dengan panjang sekitar 20 meter lebar 4 meter tersebut akses jalan penghubung Kecamatan Cukuh Balak dan Kelumbayan putus total. Sementara jembatan itu merupakan akses utama masyarakat keluar masuk.”Satu-satunya jalan penghubung kecamatan itu ya ini. Nah, kalau putus begini masyarakat di Cukuh Balak terisolir,”terangnya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam pristiwa ini, hanya saat pasca kejadian badan dump truk masuk kedalam jurang sehingga perlu diangkat agar jembatan  bisa darurat bisa dibangun kembali.

“Truk  dengan plat BG 8551 UQ itu dikendarai oleh  Wahyu Wahono warga Lampung Selatan. Saat ini kondisi kendaraan masih seperti semula dimana bagian belakang terperosot kedalam jurang,”ujarnya.

Sementara itu penuturan Kepala Pekon Doh Kecamatan Cukuhbalak, Yuzarni mengatakan, Jembatan tersebut memang terlihat sudah lapuk sejak lama, dimana ketika dilintasi kendaraan jembatan berbunyi antara kayu penyanggah dengan lantai papan.

Disamping itu juga usia jembatan memang sudah lama yang sebelumnya pernah mengalami hal sama kemudian ditangani secara tanggal darurat oleh pemerintah yang dibantu warga sekitar.”Memang sudah waktunya dibangun permanen jembatan itu, karena kondisinya memang sudah tidak layak dilintasi. Kayu penyanggah sudah pada lapuk. Jangan sampai menelan korban jiwa,”paparnya.

Meski dalam insiden itu tidak menelan korban jiwa, ia berharap pemerintah dapat segera memperbaiki atau membangunnya ulang, sebab jika tidak maka bisa dipastikan masyarakat yang tinggal di Kelumbayan akan terisolir.”Bisa lewat teluk tapi jaraknya tambah jauh kalau mau ke kotaagung, jadi hanya jalan inilah yang digunakan masyarakat ketika keluar masuk pekon atau menjual hasil bumi ke pasar kotaagung  Tanggamus. Mangkanya kami berharap agar jembatan segera dibangun,”tutupnya.

Sementara Kapolsek Cukuhbalak, Ipda Dian Afrizal menjelaskan, kronologis kejadian, berawal ketika mobil dumptruk hino BG 8551 UQ bermuatan pasir yang dikemudikan Wahyu Wahono (39) melintasi jembatan. Saat roda depan telah melintas jembatan namun roda belakang langung terjerembab ke dasar sungai.

“Berdasarkan keterangan warga sekitar, jembatan dengan dasar kayu kelapa tersebut memang sudah bunyi jika dilintasi kendaraan sehingga tidak kuat saat dilintasi kendaraan dumptruck tersebut,” jelasnya.
Ditambahkan Ipda Dian Afrizal direncanakan dumptruck akan di evakuasi dan mengganti dasar jembatan. “Mudah-mudahan hari ini selesai dan jembatan bisa dilintasi kembali,” tandas Ipda Dian Afrizal.

Terpisahm berdasarkan keterangan pengemudi Truck, Wahono yang merupakan warga Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, dumptruk bermuatan material pasir dan besi yang akan digunakan membangun Masjid di Pekon Kubu Langka.

“Pasir dan besi dibawa dari Padang Cermin, karena tadi malam tidak memeriksa kondisi jembatan saya langsung melintas, setelah ban depan lewat namun ban belakang terjerembab,” ucapnya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here