PR Dewi-Syafii, Akselarasi KIM dan Pengentasan Kemiskinan

259

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo melantik Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE, M.M dan Wakil Bupati Tanggamus, Hi. A.M. Syafii di ruang Balai Keratun, Kamis (20/9). Keberhasilan Dewi menjadi bupati tentu menjadi catatan sejarah yakni sebagai bupati perempuan pertama di kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama.

Dalam pelantikan Dewi-Syafii tersebut tidak hanya dihadiri pejabat lokal di Provinsi Lampung, tapi turut pula dihadiri pejabat tinggi negara sekaligus tokoh yakni Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung) Hi. M. Prasetyo. Tampak hadir pula
Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Kejari Tanggamus David Palapa Duarsa, Dandim/0424 Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma, seluruh OPD dan camat.

Pelantikan Bupati Tanggamus tersebut berdasarkan Keputusan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia No 131.18-6061 pada nomor 132.18-6062 tahun 2018  tanggal 18 September 2018 dan keputusan Kemendagri Nomor 13118-6118. Tanggal 17 September 2018.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan memiliki makna yang dalam serta memiliki catatan sejarah untuk Kabupaten Tanggamus. Ia berharap dukungan pejabat struktural baik pemprov maupun kabupaten/kota se-Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Tanggamus, Aparatur sipil negara (ASN), dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga memberikan dukungan sepenuhnya kepada bupati dan wakil bupati yang baru saja dilantik agar pembangunan untuk kemajuan kesejahteraan rakyat dapat berlangsung dan berkelanjutan.

“Kepada bupati dan wakil bupati Tanggamus, yang baru saja dilantik, anda berdua mengemban amanah yang cukup berat dimana Tanggamus memiliki potensi yang luar biasa, dengan segudang permasalahan yang juga harus kita selesaikan,”kata Ridho.

Di Tanggamus lanjutnya, terdapat bagian pembangunan yang sifatnya koordinatif antara pemkab, pemprof dan juga pusat, salah satu pembangunan tersebut yaitu pengembangan kawasan industri maritim (KIM). Dan ia menaruh harapan besar kepada bupati dan wakil bupati Tanggamus yang baru dilantik dapat melakukan akselerasi sehingga ada progres, dan menjadi solusi pengentasan kemiskinan dengan terciptanya lapangan pekerjaan yang baru.

“Menjadi catatan di Provinsi Lampung, yang juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bahwa desa miskin dan tertinggal terbanyak berdasarkan catatan Pemprov Lampung yaitu ada di Tanggamus, mari secara bersama kita melakukan pengentasan kemiskinan dan desa tertinggal dan mudah-mudahan dapat cepat kita tuntaskan,” imbuh Ridho.

Sementara itu Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, didampingi wakil bupati AM. Syafii,  menyampaikan program 100 hari kerjanya yakni akan melakukan evaluasi internal dijajaran Pemkab Tanggamus, lalu kedua validasi satu data, sehingga hal ini dapat memudahkan perencanaan kedepan serta menjadi acuan dan program yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Tanggamus.

“Lalu upaya selanjutnya ialah mempercepat terbitnya RPJMD tahun 2018 hingga 2023, lalu tahapan sosialisasi 55 Aksi ASIK, yang memang kita usung sebagai janji politik pasangan DE-SA, yang tentunya harus terakomodir di APBD 2019 ini,”terangnya.

Lalu terkait solusi pengentasan kemiskinan yang disampaikan oleh Gubernur Lampung, Bupati menyampaikan dirinya akan lebih mengutamakan dan memprioritaskan program-program yang akan mendukung ketahanan ekonomi daripada masyarakat Tanggamus, dalam hal ini semua program harus bersinergi dan tidak ada program dari masing-masing OPD yang berjalan sendiri.

“Kami akan lebih memberdayakan, potensi ekonomi masyarakat, sehingga apa yang menjadi harapan dari kita semua dapat terwujud, dan kedepan sektor lainnya seperti pariwisata dan yang lainnya juga harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat dalam pengembangannya,” pungkas Dewi.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here