Tari Kolosal dan Pagelaran Budaya Meriahkan FTS 2018

92

KOTAAGUNG—Festival Teluk Semaka (FTS) kembali digelar setelah sempat vakum selama dua tahun. Kegiatan yang bertujuan mempromosikan wisata sekaligus melestarikan adat budaya tersebut digelar di Tempat Wisata Air Terjun Way Lalaan, Pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur, Rabu (12/9).

FTS 2018 ini mengambil tema ” Kita Lestarikan Adat Budaya dan Wujudkan Destinasi Wisata yang Ramah, Aman Teristimewa dan Unggul (Dewi Ratu) “.
Kepala Dinas Pariwisata Tanggamus Hj.  Retno Noviana Damayanti menyampaikan bahwa maksud dan tujuana kegiatan ini adalah untuk menggali dan melestarikan adat istiadat dan budaya masyarakat Tanggamus sebagai kegiatan lokal dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menggali potensi wisata sekaligus mempromosikannya kepada khalayak umum dan menjunjung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Tanggamus.

“Kegiatan FTS 2018 ini berlangsung selama dua hari, 11-12 September. Dimulai dari kegitan Tour D’Semaka yakni mengunjungi destinasi desa wisata di Pekon Sidokaton Kecamatan Gisting, Agrowisata Jambu Kristal Kedora Kecamatan Gunung Alip, Pantai Karang Bolong Kecamatan Limau dan Taman Wisata Muara Indah. Peserta tour terdiri dari penulis lepas bloger, jurnalis dan pemerhati wisata, “ujar Retno.

Dilanjutkan Retno, acara puncak di Way Lalaan terdiri dari festival kuliner berupa lomba kreasi otak-otak dan makan otak-otak bersama. Makanan ini masuk destinasi wisata Tanggamus karena kabupaten ini juga dikenal makanan khasnya otak-otak. Ribuan otak-otak disediakan panitia bagi pengunjung.

Kemudian berlanjut dengan launching Tampilan Baru Way Lalaan, dan desain dekorasi motif Tanggamus yakni belah ketupat. Di luar itu ada tari kolosal, pagelaran seni budaya dari beberapa paguyuban, seperti Paguyuban Pasundan,  Keluarga Besar Batang Hari Sembilan (KBBS), Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB),   TTKDH,  Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat), Pinckak Khakot dan Reog Ponorogo.

“Beberapa kali Festival Teluk Semaka diadakan di Kota Agung, maka sekarang kami gilir ke tempat lain yang pastinya masih di Tanggamus. Dan berhubungan Way Lalaan sudah selesai pembenahan yang baru maka diadakan di sini,” kata Retno.
Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin mengatakan Festival Teluk Semaka ini merupakan salah satu event budaya yang rutin terselenggara setiap tahun  walaupun sempat tertunda dalam dua tahun terakhir ini.

“Melalui even ini kami menyampaikan pesan kepada khalayak akan keberagaman budaya kearifan lokal dan sekaligus menyajikan potensi wisata yang tidak kalah menariknya dengan destinasi wisata daerah lain yang ada di Provinsi Lampung,” ujar Zainal.

Sementara Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Theresia Sormin memberikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Teluk Semaka tahun 2018 hal ini sebagai salah satu perwujudan kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap beragam seni budaya yang berakar dari masyarakat asli Tanggamus serta sebagai upaya untuk melestarikan budaya Lampung.

“Saya nilai momen festival ini sangat tepat serta memiliki nilai-nilai, strategis, selain untuk meningkatkan silaturahmi juga bertujuan untuk memperkenalkan beragam objek wisata unggulan di Kabupaten Tanggamus, “kata Theresia. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here