Jasad Wanita Ditemukan Membusuk

364

KOTAAGUNG – Penemuan sesosok jasad wanita menggemparkan warga Pekon Tebabunuk, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Senin (10/9) Siang.

Jasad wanita tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh Asnani (50), di Tulung (Muara) Beliung, Pekon Tebabunuk, Kecamatan Kotaagung Barat. Lokasi muara tempat mayat ditemukan, merupakan perbatasan antara Pekon Tebabunuk dengan Pekon Tanjungagung, Kecamatan Kotaagung Barat.

Saat ditemukan, kondisi jasad wanita anonim itu sudah nyaris hancur. Wajahnya sudah sangat sulit dikenali, karena sudah mengalami pembengkakan dan membusuk. Demikian juga pada sekujur tubuhnya. Pakaian lengkap yang dikenakan pun sudah sulit dikenali warnanya. Karena sudah sewarna dengan lumpur.

“Saksi Asnani mengaku hendak memperbaiki perahunya yang bocor. Begitu tiba di tulung (muara), dia mencium aroma busuk sangat menyengat. Karena penasaran, saksi akhirnya dengan sangat teliti memperhatikan sekelilingnya. Tak jauh dari posisinya memperbaiki perahu, ternyata dia baru sadar ada sesuatu yang mengambang. Mirip tubuh manusia. Ternyata benar adalah jasad wanita,” ungkap Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si.

Menyadari yang dijumpainya jasad manusia, saksi meminta bantuan warga sekitar dan berusaha melaporkan temuan itu pada aparat berwenang. Setelah menerima laporan, Polsek Kotaagung langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, Basarnas Pos SAR Tanggamus, serta personel Koramil Kotaagung untuk proses evakuasi.

Setelah berhasil di evakuasi, jasad wanita anonim tersebut langsung dibawa ke RSUD Batin Mangunang sekitar pukul 17.50 WIB. Selanjutnya mulai dilakukan identifikasi di mortuary room (ruang jenazah) RSUD setempat oleh tim medis serta Unit INAFIS. Identifikasi di bawah pengawasan Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana dan Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis itu dilakukan oleh dua dokter RSUD Batin Mangunang yaitu dr. Robby dan dr. Hendri.

Hasil diidentifikasi, tidak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau luka akibat senjata tajam pada jasad wanita anonim itu.

“Setelah jasad dibersihkan dari lumpur, tetap tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Kalau perkiraannya mayat ini sudah berusia lebih dari tiga hari di air. Perkiraan usia, antara 20 hingga 25 tahun. Wajah dan tubuhnya membengkak karena sudah mengalami pembusukan. Kulit jari-jari tangan juga sebagian besar sudah terkelupas. Akibatnya, menyulitkan pihak berwenang untuk memeriksa indentitas melalui finger print (sidik jari) tangan mayat,” kata dr. Robby. (ayp/uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here