Pemkab Tanggamus Canangkan Imunisasi MR

231

Sasar 158.373 anak dan Libatkan 854 Tenaga Kesehatan

PUGUNG—Pemkab Tanggamus melakukan pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pugung, Pekon Sumanda Kecamatan Pugung, Rabu (1/8).Pencanangan kampanye Imunisasi MR ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten Bidang Administrasi Setdakab Tanggamus Firman Ranie

Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin dalam sambutannya yang diwakilkan Firman Ranie menyampaikan, bahwa measles atau campak merupakan penyakit mudah menular disebabkan oleh virus, penyakit tersebut sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok tidak terbentuk. Imunisasi MR sendiri bisa membuat tubuh kebal dari virus.

“Rubella adalah penyakit akut dan ringan, yang sering menginfeksi anak dan rentan. Tetapi yang menjadi perhatian apabila Rubella mengenai wanita hamil pada trimester pertama dapat menyebabkan abortus atau bayi yang dilahirkan dengan sindrom rubella kongenital, atau cacat pada mata, telinga, jantung, sehingga diperlukan upaya pencegahan efektif,”kata Firman Ranie.

Kampanye Imunisasi MR, lanjutnya merupakan program nasional dan pada tahun 2017 lalu telah dilaksanakan di Pulau Jawa. Sedangkan di luar Jawa, termasuk di Tanggamus dilaksanakan pada tahun 2018, pelaksanaan MR sendiri dilakukan dua tahap, tahap pertama pada Agustus, dilakukan di seluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, SD/MI dan SMP/MTs sederajat.

“Sedangkan tahap ke II, dilakukan September.Imunisasi diberikan bagi anak-anak diluar sekolah usia 9-15 tahun di pos pelayanan imunisasi seperti posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas dan puskesmas pembantu dan fasilitas lainnya,” kata Firman Ranie.

Ia juga mengimbau peran serta aktif lintas sektor untuk turut menyukseskan imunisasi MR ini. Peran lintas sektor itu yakni memberikan sosialisasi dan mobilisasi sasaran kampanye imunisasi, sehingga target 95 persen yang ditetapkan dapat tercapai dan kekebalan kelompok terhadap penyakit campak dan rubella dapat terbentuk, dan memutus mata rantai penularan penyakit tersebut di masyarakat.

“Setelah selesai pelaksanaan kampanye Imunisasi MR , maka selanjutnya akan menjadi kegiatan rutin tiap bulannya di posyandu, maupun sarana pelayanan kesehatan lainnya. Oleh sebab itu saya mengimbau agar kita semua peduli terhadap kesehatan anak kita dengan cara melengkapi imunisasi dasar maupun lanjutannya,” kata Firman.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus, Sukisno,  mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan sosialisasi advokasi dan koordinasi dengan semua pihak, baik ditingkat kabupaten, kecamatan dan pekon. Selain itu, disiapkan juga tenaga pelaksana imunisasi MR yang sudah terlatih seperti dokter, dokter gigi, perawat dan bidan di seluruh puskemas, mendistribusikan logistik imunisasi MR di seluruh puskesmas.

“Sasaran kampanye Imunisasi MR di Kabupaten Tanggamus untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun sebanyak 158.373 anak, dilaksanakan di 1.052 sekolah, dengan rincian PAUD 334, TK 125, SD 467, dan SMP 128, sedangkan untuk posyandu tersebar di 680 posyandu, melibatkan tenaga pelaksana 854 orang tenaga kesehatan, dengan rincian dokter 37 orang, dokter gigi 3 orang, perawat 230, dan Bidan 576 orang,”tandasnya. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here