Pembangunan Patung Lumba-Lumba Masuk Lelang Tahap II

487

KOTAAGUNG—Pemkab Tanggamus menyatakan belum ada pemenang tender untuk
pembangunan patung Lumba-lumba di Muara Indah, Kota Agung. Dengan demikian maka, pemkab kembali membuka masa lelang tahap kedua.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanggamus Hendra Wijaya Mega, selama ini masa lelang pertama sudah lewat namum belum ada pemenang lelangnya oleh Unit Layanan Pangadaan (ULP).

“Jadi sekarang masuk masa lelang tahap kedua, dan nanti kalau pun tidak ada pemenangnya juga maka akan dilakukan penunjukan langsung oleh pemkab ke salah satu rekanan,” ujar Hendra, kemarin.

Ia mengaku, pembangunan harus tetap terlaksana sebab anggarannya sudah masuk anggaran tahun ini. Maka diupayakan pembangunan bisa terlaksana dalam tahun ini juga. “Target kami minimal pertengahan Juli sudah bisa mulai,” ungkap Hendra.

Anggaran untuk patung Lumba-lumba tersebut Rp 3,6 miliar bersumber dari Dana Alokasikan Umum (DAU) tahun ini. Patung lumba-lumba yang dibangun setinggi 13 meter. Dengan rincian, tinggi patung saja 11 meter, dan dudukannya dua meter.

Ia menambahkan, konsep pembangunan patung lumba-lumba mengadaptasi patung singa di Merlion Park, Singapura. Nantinya juga akan diadakan air mancur seperti patung di Singapura. Lalu dilengkapi dengan lighting berupa lampu sorot. Dan rencananya masuk patung besar minimal skala Lampung.

“Tujuan pembangunan patung akan menambah cantik Muara Indah dari pembangunan selama ini. Dan tentunya, dapat menjadi kebanggaan masyarakat Tanggamus pada umumnya, dan juga Kota Agung,” terang Hendra.

Dilanjutkan Hendra, pada tahun ini juga akan mengembangkan sarana dan prasarana yang ada di Muara Indah, seperti pembangunan gerbang, loket karcis masuk dan perluasan lahan wisata dengan melakukan pembebasan lahan sekitar satu sampai tiga hektare yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pemukiman Penataan Ruang Tanggamus.

“Sekarang telah dibentuk team appresial  untuk perluasan kawasan Muara Indah dengan total dana yang dianggarakan Rp 6 miliar, sudah termasuk anggaran pembangunan patung lumba-lumba,” papar Hendra.

Selain berdampak pada percantik hasil pembangunan, adanya Muara Indah ditargetkan menunjang sektor pariwisata. Hal itu akan berimbas pada pengembangan usaha kecil menengah (UKM) yang produksi barang oleh-oleh atau usaha kuliner yang dikonsumsi pengunjung di lokasi. Sebab sarana bangunan untuk itu sudah ada tinggal diisi.

Untuk saat ini karcis masuk Muara Indah Rp 5.000 sesuai perda nomor 42 tahun 2017 yang mengatur tentang retribusi, di dalamnya untuk mandanai pihak pengelola, uang kebersihan.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here