Dikenal Tertutup, Anti Pasang Bendera

216

PRINGSEWU- Dua warga di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu yang terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 dikenal setiap HUT RI tidak pernah mau pasang bendera merah putih.

Kedua warga yang diduga sebagai teroris berinsial Uj (43) dan Im (42) diamankan Tim Densus 88 dari dua rumah berbeda digrebek hanya berjarak sekitar 200 meteran di ruas jalan raya lintas pekon Waringinsari Barat sekitar pukul 08. 30 WiB pada, Minggu (3/6) pagi.

Kepala pekon Waringinsari Barat, Woto Siswoyo mengatakan kedua warga enggan memasang bendera setiap hari besar peringatan HUT RI di depan rumahnya.
“Bahkan kita yang mengalahi membelikan dikasih suruh pasang bendera masih juga nggak mau malah minta diturunin dicopot. Bahkan kita sudah datangi melakukan pembinaan kenapa alasan tidak mau pasang bendera,” ucapnya.
Dijelaskan Woto, bahwa kedua warga yang diduga teroris sudah cukup lama menetap tinggal di pekon Waringinsari Barat untuk UJ asli dari Brebes dan IM asalnya Pati Jawa Tengah.
“Sudah puluhan tahun tinggal disini (Waringinsari Barat). Bahkan Kedua warga Uj dan IM masing-masing memiiki tiga anak tidak ada yang disekolahan hanya di pondokan saja,” katanya.

Lanjut Woto, bahwa baru mengetahui adanya penangkapan teroris setelah mendapatkan telpon dari Babinkamtbimas untuk menyaksikan pengeledahan dari kepolisian di rumah berinsial Uj (43).
“Saya baru tahu ditelpon Babinkamtibmas suruh menyaksikan pegeledahan dirumah berinsal Uj ikut diamankan satu kantong plastik barang bukti buku-buku jihad. Jadi, dua warga berhasil ditangkap dirumah yang berbeda berinsial UJ dan IM diduga terkait teroris,” ucap Woto kepada Radar Tanggamus dikediamnya.

Menurut Woto Siswoyo, dua warga yang diamankan terduga teroris terkenal tertutup dengan masyarakat. Untuk inisial Uj berprofesi sebagai pedagang obat apotik di kediamnya. sedangkan berinsial IM berprofesi sebagai pedagang keripik dirumahnya.
“Mereka orang tertutup sama saudaranya sendiri hajatan nggak mau datang. Bahkan kegiatan desa mereka nggak pernah mau ikut dengan aturan inti mereka anti dengan pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu Kapolsek Sukoharjo AKP Wahidin mengatakan bahwa dirinya hanya diperintahkan atasanya untuk mengamankan tempat Penangkapan dilakukan oleh Mabes dari tim densus bersama Polda Lampung dengan melakukan pemasangan polisi line di dua rumah warga yakni berinsial Uj dan IM.
“Namun secara persis saya belum tahu. Karena saya hanya mendapatkan perintah untuk mengamankan tempat dengan memasang garis polisi line,” singkatnya. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here