Jembatan Darurat Tak Kunjung Dibangun Warga Tanjungjati Masih Terisolir

63
TAK KUNJUNG DIBANGUN :Sejumlah warga di Dusun II, Pekon Tanjungjati terpaksa menyebrangi sungai. Hal itu lantaran jembatan yang menjadi akses satu-satunya putus akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. Sementara jembatan darurat tak kunjung dibangun oleh Pemkab Tanggamus. (Foto Uji Mashudi)

KOTAAGUNGTIMUR- Warga yang tinggal di Dusun II Pekon Tanjungjati, Kecamatan Kotaagung Timur, hingga saat ini masih terisolasi. Hal itu buntut dari putusnya jembatan Tanjungjati akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini belum juga dibangun (Jembatan darurat), jadi warga masih lewat jalan sungai. Jika debit air sungai meningkat warga terpaksa harus berdiam diri di Dusun, karena tidak ada akses lain, ” kata Kepala Pekon Tanjungjati Sahril, kemarin (15/5).

Padahal lanjut dia, sebelumnya Pj. Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin juga sudah mengintruksikan agar badan atau dinas terkait segera melakukan penangan darurat, namun hingga kini penanganan seperti halnya pembangunan jembatan darurat tersebut belum juga dilakukan.

“Waktu jembatan ini putus, Camat Kotaagung Timur langsung melapor ke Pj. Bupati, dan beliau (Pj. Bupati) langsung merespon dan meminta agar dinas terkait segera menanganinya,” tuturnya.

Ia berharap Pemkab Tanggamus melalui dinas terkait dapat segera mengupayakan pembangunan jembatan darurat. Mengingat saat ini warga di Dusun II masih terisolir akibat tidak adanya akses untuk keluar masuk dusun.

“Ya, harapan kami supaya Pemkab segera membangun jembatan darurat untuk membuka keterisoliran warga, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Romas Yadi melalui Kabid Kedaturatan dan Logistik Adi Nugroho mengaku, saat ini pembangunan jembatan darurat di Pekon Tanjungjati tengah diupayakan. Ia berharap agar masyarakat bersabar.

“Saat ini masih dalam tahap pengajuan anggaran pembangunan. Mudah-mudahan pembangunan jembatan Tanjungjati ini bisa segera direalisasikan. Dan kepada masyarakat diharapkan untuk bersabar, ” singkatnya, melalui pesan Whatsapp.
Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Tanggamus Hilman Yoscar mengaku sudah menerima usulan pembangunan jembatan Tanjung Jati dari dana tanggap darurat.

“Ya, usulannya memang sudah dimeja saya, tapi diposisi pj bupati,sekda dan kepala BPKAD. Dan dokumennya sudah saya sampaikan ke pak sekda,” ujar Hilman.

Kemudian saat disinggung mengenai waktu pencairan dana pembangunan jembatan, Hilman belum bisa membeberkannya.”Harus dikaji dulu apakah masuk kriteria darurat atau tidak, kalau setelah dikaji ternyata darurat baru dana tanggap darurat bisa keluar,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, jembatan di Pekon Tanjungjati, Kecamatan Kotaagung Timur, putus akibat diterjang banjir, Selasa (3/4) lalu. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kotaagung Timur sejak sore hingga pagi. Selain merusak jembatan, banjir juga juga menyebabkan ratusan warga di Dusun II terisolasi.

Pasca putusnya jembatan tersebut, Anggota DPRD Tanggamus fraksi PKS Relawati didampingi Camat Kotaagung Timur Hamzani dan Kepala Pekon Tanjungjati langsung meninjau lokasi jembatan, Rabu (4/4).

Dalam tinjauannya, Relawati mendesak agar Pemkab Tanggamus dapat segera melakukan penanganan darurat untuk membuka keterisoliran warga di Dusun II.”Kami minta Pemkab melalui dinas terkait untuk segera melakukan penanganan darurat. Karena dengan putusnya jembatan ini warga di Dusun II jadi terisolir, ” tukasnya.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here