Dua Paslon Siap Adu Visi-Misi dan Program Kerja

245

KOTAAGUNG-Dua pasangan calon (Paslon) bupati-wakil bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani-Hi.A.M Syafii dan Hi. Samsul Hadi-Hi.Nuzul Irsan hari ini (9/3) dipertemukan untuk saling adu visi-misi dan program kerja dalam debat publik terbuka yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanggamus, di Aula Islamic Center Kotaagung.

Baik Dewi maupun Samsul Hadi mengaku sudah siap untuk bertarung dalam debat yang akan dimoderatori oleh Juwendra Ardiansyah tersebut.

Liasion Officer (LO) Paslon nomor urut 1 Dewi-Syafii (De-Sa) Supianto, mengatakan tim pemenangan sudah menyiapkan tim khusus untuk membuat simulasi debat, termasuk pertanyaan seputar materi debat dengan pendekatan run down sesuai yang telah ditetapkan KPU.

Baik bunda Dewi dan pak Syafii sudah siap mengikuti debat, insya Allah jika tidak ada halangan keduanya akan hadir, kata Supianto, saat dihubungi melalui telepon seluler Selasa malam.

Kemudian terkait, massa pendukung yang hadir untuk memberikan dukungan, Iyan menyatakan bahwa ada 100 orang didalam gedung, ini memang sudah sesuai dengan ketetapan dari KPU. Jumlah 100 orang itu dibagi secara proposional oleh partai pengusung dan pendukung, kata Iyan sapaan akrab Supianto.

Senada diungkapkan tim pemenangan Samsul-Nuzul, Irwandi Suralaga, menurut dia, paslon no urut 2 dengan akronim Sam-Ni itu sudah sangat siap mengikuti jalannya debat karena sudah melakukan berbagai persiapan. Persiapan itu sendiri baik mengenai jawaban maupun pertanyaan yang akan disampaikan oleh setiap panelis, moderator ataupun dari paslon lain.

” Untuk debat kandidat pasangan Sam-Ni Insya Allah sangat siap sekali, dan ini semata-mata niat tulus untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan pembangunan di Tanggamus,” katanya.

Terkait persiapan teknis, ia menambahkan, pasangan tersebut sudah melakukan latihan untuk debat kandidat ini. Bahkan, untuk persiapan, menurut dia, ada tenaga ahli untuk memberikan masukan kepada Sam-ni saat acara nanti.”Mulai dari tim penyusunan visi misi dan jawaban diseputaran pernyataan yang berhubungan dengan pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar Irwandi.

Menurut Divisi Hukum, KPU Tanggamus Zulwani, kegiatan debat publik ini hanya dilaksanakan sekali, sebab sesuai aturan kegiatan itu bisa digelar maksimal tiga kali.Adapun tema umum dalam debat yakni, ‘Tanggamus Jaya, Rakyat Sejahtera’.Kemudian untuk dewan pakar diambil akademisi dari Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Islam Negeri (UIN).

Debat kandidat, terus Zulwani diawali dengan pemaparan visi misi paslon di awal acara, itu jadi segmen pertama. Tiap paslon menyampaikan visi misi masing-masing, sesuai visi misi yang selama ini dan tujuan dari majunya dalam Pilbup Tanggamus.

Kemudian, bahan debat dari tema yang diangkat dijabarkan ke tujuh materi yakni meningkatkan kesejahteraan, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyelaraskan pembangunan daerah, memperkokoh NKRI, dan terkait soal kependudukan, KB dan keluarga.
Nantinya dari tema dan materi tersebut dibuat pertanyaan oleh dewan pakar. Pertanyaan dikemas dalam amplop tertutup dan paslon mengambilnya.

Setelah itu paslon wajib menjawab atas pertanyaan yang diterima. Untuk tiap pernyataan diberi waktu dua menit untuk menjawab. “Dialog nanti hanya antara moderator dengan paslon, bukan dewan pakar dengan paslon. Kami memilih teknis debat seperti itu,” terang Zulwani.

Hal itu terangkai dalam segmen problematika aktual. Setelah itu ada segmen tanya jawab antara paslon satu dengan lainnya. Jadi tiap paslon boleh mengajukan pertanyaan kepada paslon lain lantas wajib dijawab. Pertanyaan yang dibuat tidak boleh lepas dari visi misi dari masing-masing paslon.

Zulwani menjelaskan, dalam acara debat, tiap personal paslon wajib hadir, baik calon bupati dan calon wakil bupati, tidak boleh salah satu saja yang hadir. Lalu diundang 100 orang pendukung dari tiap paslon, bisa dari unsur parpol pengusung, tim sukses, dan pendukung.

Untuk massa lainnya yang tidak masuk dalam undangan, KPU menyediakan dua unit televisi dan tenda di luar gedung. Massa di sini tidak dibatasi jumlahnya dan tidak wajib ikuti ketentuan seperti pendukung yang ada di dalam ruangan. Untuk pengamanan kegiatan, KPU melibatkan Polres Tanggamus, Satpol PP, dan Dishub Tanggamus.

Ditambahkan , Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Antoniyus, bahwa pendukung paslon dilarang mengganggu atau menimbulkan kegaduhan selama debat berlangsung. Apabila membuat kegaduhan maka sanksinya dikeluarkan dari ruangan oleh moderator yang dibantu aparat keamanan.

Demi sukses dan lancarnya acara debat, para pendukung calon agar tidak memprovokasi pendukung lainnya. Lalu dilarang tepuk tangan diawal atau diakhir sesi kecuali diminta moderator dan pendukung dilarang membawa bendera, APK dan bahan kampanye didalam ruang debat kecuali yang melekat dibadan (kaos,topi), kemudian balon, balon tepuk, nomor urut dan poster dengan akumulaso 100 buah, ujar Antoniyus.(zep/iqb/ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here