Sebanyak 2.123 Anak di Tanggamus Tidak Sekolah

60

KOTAAGUNG – Jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Tanggamus masih terbilang cukup banyak. Berdasar data dari dinas pendidikan (Disdik) kabupaten setempat angka anak tidak sekolah (ATS)  diusia sekolah (7-21 tahun) sebanyak 2.123 anak.

“Itu berdasarkan pendataan tahun kemarin,yang mana kami melibatkan Lembaga Kursus Pelatihan dan Pusat Kegiatan Belajar masyarakat (PKBM), ” kata Juwita yang merupakan salah satu Kepala Seksi di Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI), Disdik Tanggamus, kemarin.

Data dari disdik tersebut, dibenarkan Kepala Bidang Pemerintahan, Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Kabupaten Tanggamus, Usman.  Menurut dia, angka 2.123 anak tidak sekolah tersebut sudah mencakup anak putus sekolah. “Jadi angka ATS sebanyak 2.123 itu didalamnya sudah termasuk anak putus sekolah, kita juga mendapatkan data itu dari disdik,”  ujar mantan Kepala Bidang Ketenagaan, Disdik Tanggamus itu.

Sementara itu, Kepala Disdik Tanggamus, Johansyah mengatakan, jika Dinas Pendidikan terus berupaya agar angka ATS di Tanggamus dapat terus ditekan, caranya dengan membangun sejumlah sarana pendidikan. “Kami sudah bangun fasilitas pendidikan untuk anak-anak sekolah, bagi sekolah yang rusak akan direhab dan bagi yang belum ada kita bangunkan, seperti tahun ini misalnya, ada dua sekolah yang akan dibangun melalui APBN, rencananya satu gedung SD di Kecamatan Pulaupanggung dan Sekolah Satu Atap (Satap) untuk jenjang SMP di Pulau Tabuan, “kata Johansyah.

Kemudian mengenai anak yang sempat bersekolah namun putus ditengah jalan, Johansyah menambahkan bahwa solusi dari pemerintah adalah dengan sistem kejar paket, mulai dari paket A, B dan C.

” Jadi intinya kemauan dari anak itu sendiri, pemerintah terus berupaya memberikan fasilitas untuk sekolah dan kalaupun memang tidak ada biaya, nanti bisa dibicarakan dengan pihak sekolah dan komite sehingga bisa dibantu, “kata dia.

Terpisah, Kepala Bidang Sarpras, Disdik Tanggamus, Djoko mengatakan bahwa saat ini ada sebanyak 408 SD di Kabupaten Tanggamus dengan jumlah total ruang kelas 2. 808 ruangan. Kemudian dari jumlah total ruang kelas tersebut terdata sebanyak 123 diantaranya sudah rusak berat.

“Memang masih banyak yang harus kami tangani terkait ruang kelas SD ini, bahkan ada 123 ruang kelas yang sudah tidak layak lagi dipakai kegiatan belajar mengajar, namun apa boleh buat anggaran kita saat ini sangat minim, baik dari pusat maupun daerah. Seperti tahun ini kami hanya bisa merehab ruang kelas SD sebanyak 18 ruang kelas, dan membangun ruang kelas baru sebanyak 7 ruang kelas saja dan membangun jamban SD sekitar 10 unit,” ujar Joko.

Ia juga mengakui bahwa tidak hanya ruang kelas yang rusak berat,  tetapi SD yang kekurangan lokal baru juga masih banyak. Kalau ditotal  se Tanggamus kekurangan ruang kelas SD sebanyak 319 ruang kelas baru.

Kekurangan ruang kelas tersebut dikarenakan beberapa faktor, utamanya semakin banyaknya anak usia SD yang ingin bersekolah. sedangkan ruang kelas sebagian besar SD di Tanggamus belum mencukupi untuk menampung siswa baru, untuk memenuhi kurangnya ruang kelas tersebut, maka direncanakan pembangunannya secara bertahap, dan didahulukan kebutuhan yang mendesak, yakni jumlah murid telah melebihi kapasitas ruang kelas, sehingga berimbas kegiatan belajar mengajar tidak berjalan optimal.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here