Rayakan Kelulusan, Siswa Coret Seragam

22

KOTAAGUNG – Aksi coret- coret baju seragam usai kelulusan masih dilakukan oleh sebagian pelajar SMA kelas XII di Kabupaten Tanggamus.

Mereka meluapkan kegembiraan dengan mencoret baju menggunakan cat semprot (pylox) dan spidol di sejumlah ruas jalan di bumi Begawi Jejama ini. Bahkan ada sejumlah siswa melakukan aksi coret-coret di depan gerbang sekolah. Setelah coret seragam, rombongan pelajar ini melakukan konvoi kendaraan.

Pantauan Radar Tanggamus, siswa ini kumpul di Taman Kota Soekarno kotaagung, kemudian Taman Wisata Muara Indah dan kompleks perkantoran Pemkab Tanggamus.

Tak sedikit dari mereka juga melakukan aksi konvoi menggunakan sepeda motor. Aparat kepolisian melakukan patroli lalu lintas guna mencegah aksi yang berlebihan dari pelajar. Bahkan ada sejumlah pelajar lari berhamburan menggunakan sepeda motor ketika polisi yang melakukan patroli menghampiri mereka di lokasi wisata.”Ini merayakan kelulusan bang, memang sudah menjadi tradisi setiap tahun,”kata seorang siwa, Indra.

Ia mengaku meski dilakukan aksi coret-coret pihaknya juga tidak melakukan hal konyol yang bisa membahayakan jiwa mereka sendiri. Sebab, konvoi memang sudah ada himbauan dari pihak sekolah agar siswa yang lulus tidak komvoi apalagi menuju rute yang jauh. “Ya, paling dari taman ke Islamic, kemudian ke pemda bersama teman-teman. Gak pakai konvoi-konvoi,”terangnya.

Meski demikian tidak semua siswa yang lulus melakukan hal tersebut, sebab ada juga siswa yang enggan melakukan coret-coret dan memilih untuk mensesekahkan bajunya ke tetangga yang membutuhkan.

“Kalau dicoret sayang bang, mending kita serahkan ke adik kelas atau tetangga yang membutuhkan, jadi lebih bermanfaat ketimbang dilakukan seperti itu, “kata Indah siswa lainnya.

Tidakan siswa ini mendapat kecaman dari semua pihak, salah satunya Anggota DPRD Tanggamus, Baharen. Ia menyayangkan tindakan siswa seperti itu, sebab aksi coret membuat seragam mereka tidak bisa dimanfaatkan, padahal akan lebih bagus jika diserahkan kepada tetangga atau adik kelasnya.

“Untung mereka apa seperti itu, coba aklau bajunya diserahkan ke tetangga atau adik kelasnya kan lebih bermanfaat. Apalagi konvoi sepeti itu cukup membahayakan,”pungkasnya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here