Irigasi Kurang Optimal Dikeluhkan Petani

471
RUSAK BERAT : Bendungan Way Belu sudah mengalami kerusakan selama puluhan tahun dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh pemerintah. Kondisi ini berdampak pada menurunya hasil pertanian masyarakat di dua kecamatan, Kotaagung Barat-Wonosobo karena areal persawahannya  kekurangan pasokan air.(Foto Uji Mashudi)

WONOSOBO – Sebagian masyarakat khususnya Petani Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, mengeluhkan aliran air kepersawahan mereka. Pasalnya, aliran air tersebut kurang optimal.

Demikian disampaikan, Salim salah seorang petani setempat. Menurut Salim sekarang ini irigasinya belum permanen. Sehingga membuat pengairan menjadi kurang optimal. Dimana, jika dimusim penghujan, air disaluran irigasi sering meluap.

“Parahnya lagi waktu di musim kemarau areal persawahan disini sering kekurangan pasokan air karena aliran air di irigasinya terhambat. Akibatnya hasil penen mereka mengalami penurunan,” paparnya.

Ia menjelaskan, kondisi irigasi ini berdampak pada hasil pertanian dipekon setempat. Buktinya, pada musim panen¬† hasil pertanian padi dipekon setempat menurun drastis.” Hasilnya turun hingga 50 persen. Karena dampak dari buruknya saluran irigasi,” ujarnya.

Untuk itu, Salim berharap kepada Dinas instansi terkait agar dapat mengupayakan pembangunan saluran irigasi permanen dipekon setempat. Sebab, dengan kondisi saluran irigasi yang ada saat ini membuat petani khawatir akan terus merugi karena mengalami penurunan hasil panen.

“Untuk itu, kami berharap kepada Pemkab Tanggamus agar dapat segera mengupayakan pembangunan irigasi permanen. Sehingga hasil panen kami bisa lebih maksimal,” pungkasnya.(ark)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here