Bank Swasta “Ogah” Rambah Tanggamus

29
ilustrasi

KOTAAGUNG – Masyarakat di Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus menginginkan adanya penambahan akses kebutuhan pelayanan perbankan, pasalnya, dari sejumlah bank hanya bank milik pemerintah saja yang beroperasi seperti BRI, Bank Lampung, BPR Syariah milik Pemkab Tanggamus dan BTPN, sementara bank swasta besar lainnya seperti BCA, BII dan Danamon belum ada.

Padahal saat ini masyarakat yang bertransaksi dalam sehari sudah menembus angka milyaran.

Alimuddin salah satu masyarakat Kotaagung, mengatakan, meski Kotaagung sudah menjadi ibukota Kabupaten Tanggamus, selama ini masyarakat Kotaagung hanya mengandalkan kehadiran empat bank yang ada. Sementara keberadaan tiga bank itu dirasa belum bisa mengakomodir kepentingan masyarat yang terus berkembang pesat.

“Saat ini kita hanya memiliki tiga bank, Ketiga bank yang sudah hadir di Kotagung tersebut adalah BRI, Bank Lampung BPRS milik Pemkab Tanggamus dan BTPN,”katanya.

Menurutnya, kehadiran bank-bank lain di Kotaagung sangat dibutuhkan. Daerah ini memiliki prospek yang cukup bagus karena menjadi daerah transit yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat dan Provinsi Bengkulu melalu jalan lintas barat (jalinbar).“Selama ini masyarakat Kotaagung kalau mau nabung ke bank selain BRI atau Bank Lampung, ya harus ke Pringsewu. Karena di Pringsewu bank sudah cukup banyak,” kata dia.

Bahkan sebagai wilayah transit para turis mancanegara, Kotaagung sering dikunjungi para wisatawan mancanegara, termasuk crew sejumlah kapal tanker dan super tanker yang lego jangkar di Teluk Semaka.“Saya sering jadi guide orang-orang bule, tetapi umumnya mereka kecewa karena belum ada bank yang bonafid di Kotaagung. Biasanya mereka ke Pringsewu. Coba kalau di Kotaagung ada bank seperti Mandiri, BCA atau yang lainnya pasti ramai,”terangnya.

Warga lainnya, Sahrul mengaku, dari 20 Kecamatan di Tanggamus ini yang sudah memiliki cabang hanya BRI saja, sementara bank lainnya belum ada. Padahal jika bank tersebut bisa menanamkan saham atau modal di Tanggamus dirasa bisa berkembang seperti bank-bank lainnya.

“Seperti Kecamatan di ujung Tanggamus Pematangsawa, selama ini mereka setiap akan bertransaksi harus ke kotaagung karena mayoritas penyimpanan uang mereka lakukam didaerah kotaagung, kalau tidak ada terpaksa ke Pringsewu yang mana haru menalan waktu berjam-jam,”tutupnya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here