BPBD dan PMI Edukasi Masyarakat Hadapi Bencana

76
EVAKUASI Tim PMI dan BPBD saat mengevakuasi siswa penyandang disabilitas dalam simulasi menghadapi bencana yang dilaksanakan di SDN 2 Sukamulya, Kecamatan Pugung.

KOTAAGUNG—Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu daerah di Kabupaten Tanggamus yang masuk dalam zona merah dalam hal bencana alam, potensi terjadi bencana di Bumi Begawi Jejama mulai dari gempa bumi, tanah longsor, angin puting beliung, banjir hingga tsunami.

Dengan adanya potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus mengingatkan masyarakat dalam hal kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Seperti kemarin misalnya (26/4),  BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan simulasi bencana dengan melibatkan siswa sekolah dasar negeri (SDN) 3 Pasarmadang. Simulasi menjadi bagian dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2018.

Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Romas Yadi mengatakan, HKBN diperingati di Indonesia setiap 26 April dengan tujuan mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan unsur lainnya untuk melakukan kesiapsiagaan bencana, sehingga pada saat terjadi bencana sudah ada langkah-langkah yang diambil dan dapat meminimalkan korban jiwa

“Datangnya bencana tidak bisa diprediksi ataupun dicegah, tetapi paling tidak kita bisa meminimalisir risiko yang diakibatkan oleh bencana sekecil mungkin dan peringatan HKBN  selain bersih-bersih pantai juga dilakukan simulasi bencana, di SDN 3 Kapuran, Kelurahan Pasar Madang,”kata Romas Yadi didampingi Sekretaris BPBD Maryani.

Dalam simulasi bencana lanjutnya, siswa diberikan pemahaman langkah apa yang semestinya diambil pada saat terjadi gempa bumi, mulai dari bersembunyi dibawah meja, menjauhi jendela kaca lalu menuju ke lapangan terbuka mencari titik aman.

“Jadi dengan waktu 12 menit, siswa ataupun masyarakat sudah harus sampai di tempat yang lebih tinggi, simulasi seperti ini sudah sering kita lakukan, dan ini merupakan kegiatan lanjutan, kegiatan ini melibatkan Tim Desa tangguh bencana (Destana) , Kelurahan Pasarmadang dan Baros,”ujar Romas.

Terpisah, Kegiatan serupa juga dilakukan di Pekon Sukamulya, Kecamatan Pugung, dengan mengambil tema “Siaga Bencana mulai dari diri kita, Keluarga Dan komunitas” Ratusan anak anak SDN 2 Sukamulya antusias mengikuti kegiatan yang diinisiasi oleh PMI Tanggamus tersebut.

Menurut Sekertaris PMI Tanggamus Emwinarto, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan nomor:B.227.E/ka-BNPB/Pk.03.01/02/2018 tanggal 28 februari 2018, Tentang himbauan simulasi evakuasi Bencana serentak. Kegiatan simulasi melibatkan kepala sekolah, guru, relawan PMI yang terdiri dari anggota Palang merah Remaja (PMR) dari SMA Negeri 1 Talang Padang dan SIBAT Pekon Sukamulya.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dalam menghadapi bencana, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus, karena minimnya jalur evakuasi untuk siswa bekebutuhan khusus, meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong-royong kerelawanan serta dermawanan warga sekolah dan masyarakat,”tandasnya.(iqb)