Dishub Bangun Halte di Dua Titik

464
DIBANGUN HALTE : Dishub Kabupaten Tanggamus membangun dua titik halte, yakni di Jalinbar Kecamatan Kotaagung Timur tepatnya di persimpangan SMKN Kotaagung Timur dan di ruas Pekon Rantau Tijang.(Foto Rio Aldipo)

KOTAAGUNG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanggamus membangun dua halte, masing-masing di Kecamatan Kotaagung Timur dan Pugung.

Sekretaris Dishub Tanggamus Suroyo mewakili Kepala Dishub Razi Azanisyah mengatakan, halte yang dibangun sebenarnya tiga unit, namun dua unit ditempatkan dalam satu lokasi. Halte pertama di Jalinbar, ruas Pekon Tanjung Jati atau pertigaan ke SMKN 1 Kota Agung Timur.

“Di lokasi itu permintaan dari pihak sekolah untuk membantu siswa sekolah saat akan menaiki kendaraan umum. Kemudian dari pemilik tanah juga mengibahkan tanah untuk pembangunan halte, akhirnya dibangun,” ujar Suroyo, Rabu (25/4).

Ia mengaku untuk pembangunan halte di SMKN 1 Kota Agung Timur menghabiskan Rp 50 juta, yang bentuk bangunannya seperti halte pada umumnya, cuma berupa gazebo diberi atap. Meski halte ini atas permintaan SMKN 1 Kota Agung Timur namun dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Sedangkan halte lainnya dibangun di Jalinbar ruas Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pugung. Di sini dibangun dua unit halte sekaligus yang berdampingan agar daya tampungnya juga banyak. Sebab titik ini lokasinya strategis karena pertemuan dari jalur Limau, Bulok, dan Pugung sendiri.

“Halte di sana atas permintaan masyarakat yang didorong anggota dewan, maka dibuatlah halte. Untuk tanahnya adalah tanah adat yang semula untuk taman namun dialihkan ke halte,” ungkap Suroyo

Ia mengaku untuk pembangunan totalnya menghabiskan dana Rp 150 juta. Halte di lokasi ini memang lebih banyak daya tampungnya, tentu itu disesuaikan dengan kebutuhan. Halte di sini sekaligus titik terpinggir dari jalur jalinbar karena berdekatan dengan Kecamatan Pagelaran, Pringsewu.

Dishub mengaku terbuka saja apabila ada pemintaan pembangunan halte. Namun tetap dievaluasi kondisi dan manfaat adanya halte tersebut. “Kemudian disesuaikan juga dengan ketersediaan anggaran daerah. Jika belum ada maka ditampung dahulu sampai dananya ada baru direalisasikan,” pungkas Suroyo.(ral) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here