Fokus Tanaman Kedelai Di Lima Kecamatan

730

KOTAAGUNG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH), saat ini tengah fokus pada pengembangan tanaman kedelai. Lima Kecamatan akan difokuskan tanaman tersebut yakni Kelumbayan, Cukuh Balak, Bulok, Limau dan Air Naningan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Tanggamus, Soni Isnaini mengatakan dipilihnya lima kecamatan tersebut karena tanaman kedelai dalam hal ini, membutuhkan lahan kering, dan disela tanaman lainnya seperti lada, dan lainya. Luas lahan tanaman yang saat ini sudah ditanami kedelai, yang tersebar di lima kecamatan tersebut hampir mencapai 500 hektar dan lahan itu bisa saja bisa bertambah kedepannya.

“Meskipun, lahan tanaman kedelai masih diselingi dengan tanam lainya, namun kita perkirakan lahan yang telah difokuskan untuk tanaman kedelai mencapai 500 hektar, dan kita tidak bisa menargetkan luas lahan kedelai, karena tanaman ini bukan favorit petani, karena itu tadi, dari segi harga dan perawatan juga membutuhkan perhatian ektra,”kata Soni Isnaini, belum lama ini.

Luas lahan 500 hektar tersebut, menurutnya itu juga karena ada bantuan dari pusat. Hal ini bertujuan untuk memotivasi para kelompok tani untuk menanam kedelai sehingga diberikan bantuan benih, jumlah bantuan benih yang diberikan yakni perhektar 50 kilo bibit kedelai.

“Makanya jika kita kembalikan secara analisa tanaman kedelai memang kurang menguntungkan, karena hasilnya hanya 1,2- 1,5 ton perhektar dikalikan harga Rp 8.700 atau 8 ribu, petani berpikir lebih baik menanam padi, namun paling tidak Tanggamus sudah ada tanaman kedelai, untuk membantu kebutuhan kedelai di Indonesia,”ujarnya.

Masih menurutnya, potensi luas lahan kedelai di Tanggamus, bisa saja bertambah hal itu berdasarkan
pantauan calon petani calon lahan (CPCL) dilapangan yakni di Air Naningan sekitar 15 hektar, kemudian di Limau juga 15 hektar, namun hal itu dikembalikan kepada para petani apakah akan mengembangkan tanaman tersebut atau tidak, karena kedelai rentan penyakit ulat grayak dan jika selama dua hari tidak dipantau maka ulat tersebut akan menyerang tanaman.

“Kalau untuk saat ini, tanaman kedelai kita sudah ada yang panen, jumlah kedelai yang dihasilkan pada saat ini mencapai 450 ton dari luas lahan yang saat ini ada, kita harapkan kedepannya jumlah produksinya semakin meningkat, dan jumlah kelompok tani juga bertambah, saat ini ada 33 poktan kedelai,”tandasnya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here