Fauzi Support IIBF Pringsewu

1925
WORKSHOP: IIBF Pringsewu menggelar workshop HTBDF di Urban Style, Sabtu - Minggu (21-22/4). Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengapresiasi dan siap mendukung kegiatan yang akan dilakukan oleh IIBF Pringsewu. FOTO ARIF

PRINGSEWU – Wakil Bupati Pringsewu Fauzi berharap keberadaan Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Pringsewu di Pringsewu akan mampu melahirkan pengusaha – pengusaha muslim yang berkarakter. Karena dia menilai selama ini angka pelaku usaha di Indonesia khususnya Pringsewu masih sangat rendah, yaitu di bawah 2 persen.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pringsewu sangat mendukung adanya IIBF di Pringsewu. Diharapkan kedepan akan lahir – lahir pengusaha – pengusaha yang berkarakter. Karena bila banyak lahir pengusaha tentunya akan mampu menyerap tenaga kerja dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IIBF Pringsewu Harsono mengatakan bahwa IIBF merupakan komunitas bisnis yang dimotori Heppy Trenggono dan tersebar di berbagai pelosok tanah air. IIBF memiliki misi besar yaitu berkomitmen untuk melahirkan sejuta pengusaha muslim baru pada tahun 2020.

“Bapak Heppy Trenggono sejak awal memelopori berdirinya IIBF, ia bercita-cita membangun kejayaan bangsa, dengan menciptakan para pengusaha yang berbisnis sebagaimana pebisnis kelas dunia dan berperilaku sebagaimana Muslim yang bertakwa,” pungkasnya.

Disisi lain, Adiansyah selaku pemateri dan Pembina IIBF Lampung dalam workshop HTBDF menyampaikan materi terkait cara berbisnis sesuai dengan tuntutan agama Islam. Dia juga menceritakan jatuh bangun dirinya dalam merintis usaha, mulai dari berjualan kemplang dan saat ini memiliki banyak usaha.

Menurutnya, ada 4 pilar dalam bisnis sesuai dengan hukum Islam. Pertama, asas bisnis, Aqidah islam ghoyatul ghoyah, amaliyah bisnis, terikat dengan hukum syariat, Qimah bisnis, qimah madiyah (nilai materi) dan sunah bisnis yang terikat dengan sunatulloh.

Adiansyah juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk membangkitkan potensinya di bidang ekonomi. Dengan kesadaran itu maka umat Islam di Indonesia tidak hanya menjadi sasaran pasar tetapi mampu menjadi pelaku dan memainkan peran ekonomi yang lebih strategis lagi.

“Hari ini kita harus bangun harus bangkit untuk tidak membiarkan bangsa Indonesia terpuruk. Kita sebagai umat Islam terbesar di dunia membangun agama,  membangun bangsa. Beli Indonesia beli produk muslim. Menyatukan demi kepentingan agama dan bangsa saat ini,” ajaknya. (arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here