Minta Pengelola SPBU Lebih Utamakan Kepentingan Umum

931
MENGULAR : Masyarakat Kotaagung harus rela mengantre lama demi mendapatkan BBM jenis Premium di SPBU Way Tuba Kotaagung. Antrean panjang ini diduga karena pengelola SPBU lebih mementingkan melayani pengecer yang membeli menggunakan jeriken dalam jumlah banyak.Kondisi ini mendapat sorotan dari anggota DPRD Tanggamus Hajin M.Umar.Foto: Hanibal Batman

KOTAAGUNG — Pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.353.49 Kotaagung menjadi sorotan dari Anggota DPRD Tanggamus, Hajin M.Umar. Menurut Hajin dirinya mendapat banyak keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan SPBU yang lebih mementingkan pengecer dibandingan masyarakat umum yang hanya membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan kendaraan.

“ Ada masyarakat mengadu ke saya mengenai pelayanan SPBU Kotaagung yang lebih mementingkan urusan bisnis dengan menjual kepada pengecer. Mereka meminta saya mengambil sikap,namun karena ini bukan bidang saya maka akan saya sampaikan ke komisi yang membidangi,” ujar Hajin, Rabu (18/4).

Ditambahkan Hajin, jika pihak SPBU mendahulukan kepentingan dan melayani masyarakat umum. Maka antrean panjang hingga bermeter-meter tidak akan terjadi. Namun yang terjadi saat ini pihak SPBU lebih mementingkan dan melayani pembeli jeriken untuk keperluan bisnis semata, hal ini tentu sangat disayangkan dan dampaknya kepentingan masyarakat terabaikan.

“Saya juga meminta pemerintah kabupaten melalui dinas terkait dapat mencari solusi terkait hal ini, apakah itu melalui sidak secara langsung, atau surat imbauan,”ujar Politisi Partai Demokrat itu.

Sementara itu, berdasarkan pantauan koran ini, antrean panjang tidak hanya terjadi di SPBU Kotaagung saja, akan tetapi juga di SPBU Talagening, Kecamatan Kotaagung, serta SPBU Lakaran Kecamatan Wonosobo. Khusus di SPBU Kotaagung antrean panjang sudah terjadi sejak pukul 07.00 WIB bahkan antrean terus mengular hingga pukul 10.00 WIB.

Erik, salah satu warga Kecamatan Kotaagung mengatakan, ia antri mulai pukul 08.00 WIB dan hingga pukul 08.30 WIB ,dirinya masih menunggu antrian, dan dampaknya berangkat kerja menjadi terhambat.

“Mau bagaimana lagi, kalau mengisi eceran harganya relatif lebih mahal, sedangkan di SPBU relatif murah, walaupun terlambat bekerja tidak apa-apa orang tempat bekerja juga sudah paham bahwa harus antre terlebih dahulu,”tandasnya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here