3 Kecamatan Masih Susah Sinyal Telekomunikasi

740
ilustrasi

KOTAAGUNG — Masyarakat di Kecamatan Limau, Kelumbayan dan sebagian di Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, mengharapkan dibangunnya jaringan telekomunikasi di daerah tersebut. Pasalnya, hingga kini warga tidak bisa menggunakan telepon genggam karena minimnya sinyal dari provider telekomunikasi di wilayah mereka.

“Hingga kini, Kecamatan Limau, belum terpasang jaringan atau kabel telekomunikasi, baik telepon rumah maupun telepon genggam sehingga hubungan komunikasi sulit,” kata, Eko tokoh masyarakat Kecamatan Limau.

Menurut Eko, jaringan telekomunikasi sangat ditunggu oleh masyarakat, karena akan sangat membantu untuk percepatan kemajuan ekonomi, dan memperkuat ikatan sosial antar anggota masyarakat.

Selama ini, kata dia, ketika masyarakat ingin berkomunikasi melalui telepon genggam (seluler) maka harus mencari daerah yang memiliki ketinggian 50 meter dari permukaan laut baru bisa mendapatkan sinyal. Itupun sinyal terkadang hilang timbul. Keterbatasan ini membuat masyarakat tertinggal dalam menyerap informasi.

“Sulitnya sinyal telekomunikasi di wilayah kami, membuat warga kesulitan untuk berbagai keperluan, terutama yang menyangkut perekonomian keluarga. Rata-rata warga di sini merupakan nelayan dan petani. Hasil panen mereka semuanya dibeli oleh tengkulak dengan harga yang miring karena transportasi yang mahal,” ujarnya.

Senada dengan itu, Nando warga Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan mengaku wilayah Kecamatan Kelumbayan juga belum terjangkau sinyal telepon genggam. Untuk menelepon saja terpaksa dilakukan di Kecamatan Kelumbayan Barat, dengan jarak sekitar 5 kilometer dari kecamatan Kelumbayan. Atau mencari dataran tinggi dan tepi pantai

“Tidak adanya jaringan telekomunikasi di Kecamatan Kelumbayan, membuat kami terisolir,”katanya. Menurutnya, wilayah Kecamatan Kelumbayan memang belum mempunyai jangkauan sinyal yang baik, dikarenakan dbelum memiliki Best Transmision Sistem (BTS). “Kecamatan Kelumbayan ini kaya akan potensi. Tetapi sinyal telepon saja tidak ada,” terangnya.

Kondisi serupa juga dikeluhkan warga yang berada di daerah terpencil di Kecamatan Pematangsawa seperti Pekon Tampang Tukha, Tampang Muda, Martanda, Kaurgading, Tirom, Way Asahan, Karang Brak dan Teluk Brak yang belum terjangkau sinyal provaider telekomunikasi.

“Kalau mau menelpon, kami harus ke pinggir pantai, atau ketempat tinggi. Sinyalnya susah, jadi kehidupan kami disini seperti katak dalam tempurung,” kata, Lias. Selama ini mereka sudah beberapa kali mengusulkan ke pemerintah namun belum juga ditanggepi. Kalau uapaya setiap kali diutarakan para calon, terlebih ketika akan menggelar Pemelihan legislatif dan Bupati, namun semua itu hanya Hoax.”Calon yang sekarang mudah-mudahan benar bisa mewujudkan impian masyarakat selama ini yakni membangun tower seluler.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here