Kapolres Jadi Irup di Peringatan Hari Linmas

290
JADI IRUP : Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma J.K saat menjadi inspektur upacara bulanan Pemkab Tanggamus, Selasa (17/4) di lapangan pemkab setempat. Upacara bulanan tersebut memperingati Hari Linmas, Hari Kartini dan Hari Otda.Foto: Diskominfo

KOTAAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus, menggelar upacara bulanan memperingati hari perlindungan masyarakat (Linmas), Hari Kartini dan Hari Otonomi daerah di lapangan Pemkab Tanggamus, Selasa (17/4).

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma yang dalam kesempatan tersebut menjadi inspektur upacara (Irup) dalam amanatnya, mengatakan kehadiran Linmas di Indonesia bersamaan dengan peristiwa perang kemerdekaan. Linmas dibentu atas dasar kehendak rakyat dengan cara ikut berpartisipasi aktif membantu angkatan perang melalui pertahanan garis belakang dalam bentuk penyelenggaraan keamanan rakyat, yang tujuannya sebagai wadah terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan pemerintahan penanggulangan bencana dan pengungsi.

“Hansip sejak tahun 2002 telah berganti nama menjadi perlindungan masyarakat (Linmas), tidak kita pungkiri bahwa kehadiran sosok apratur linmas memberikan banyak sekali kontribusi bagi warga masyarakat baik tinggal di kota maupun di pekon/desa,”kata I Made Rasma.

Tepat hari ini juga, lanjutnya merupakan hari istimewa bagi pergerakan emansipasi wanita karena pada 21 April 1879 yang lalu telah lahir pejuang emansipasi wanita Indonesia yakni Raden Ajeng (RA) Kartini dan seperti yang diketahui dan dirasakan bersama bahwa perjuangan RA Kartini dalam mengangkat derajat kaum wanita Indonesia, perjuangan yang tak kenal lelah tersebut saat ini membuahkan hasil yang sedemikian besar bagi wanita Indonesia pada saat ini dan waktu akan datang.

“Melalui peringatan Hari Kartini ini saya mengajak kepada para wanita di Kabupaten Tanggamus Mari berusaha menjadi wanita dan Ibu yang sehat. Karena dari keluarga, baik akan muncul pula masyarakat, baik dan berkualitas,”ujar kapolres.

Melalui hari otonomi yang telah ditetapkan, presiden nomor 11 tahun 1996 tanggal 7 Februari menjadi hari otonomi daerah (otda) memberikan ruang lebih luas dan merespon kebutuhan dan kehendak rakyat di daerah. Momentum peeingati hari otonomi daerah juga tetap harus diletakkan dalam konteks kepentingan nasional yang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat.

“Dan juga perlu saya sampaikan,Sehubungan akan diadakannya pemilihan kepala daerah secara serentak saya menghimbau kepada seluruh aparatur sipil negara termasuk rekan-rekan TNI dan Polri untuk menyatakan netralitas dalam pelaksanaan Pilkada tersebut, lalu hal lainnya yang juga perlu saya sampikan adalah terkait bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, besar harapan saya dari semua unsur untuk dapat saling bahu-membahu dalam menyelesaikan masalah bencana ini,”tandasnya. (rls/iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here