Luapan Air Irigasi, Jalan Lakaran Jadi Langganan Banjir

81
DRAINASE KURANG OPTIMAL : Ruas Jalinbar persimpangan Pekon Wayjaha, Kecamatan Pugung digenangi air hujan. Hal itu terjadi akibat kondisi saluran pembuangan air hujan di sisi Jalinbar setempat yang kurang optimal.(Foto Uji Mashudi)

WONOSOBO – Setiap diguyur hujan dengan intensitas tinggi, ruas jalan lintas barat di Pekon Lakaran, Kecamatan Wonosobo, kerap terendam banjir.

Banjir akibat luapan air irigasi di pinggir Jalinbar itu kerap membuat arus lalulintas tersendat. Akibatnya, tidak sedikit warga maupun pengendara yang mengeluhkan kondisi tersebut.

“Genangan airnya cukup tinggi dan deras. Bahkan tidak jarang ada kendaraan yang mogok karena nekat menerobos banjir, ” kata Suhendar, warga setempat, kemarin.

Menurutnya, banjir yang kerap menggenangi Jalinbar Pekon Lakaran disebabkan irigasi yang dangkal. Sehingga jika diguyur hujan dengan intensitas tinggi, air di irigasi dengan cepat meningkat dan meluap hingga ke badan jalan.

“Bukan hanya badan jalan saja yang terendam, tapi juga SPBU Lakaran. Bahkan, pelayanan di SPBU itu sering dihentikan karena genangan airnya cukup tinggi, ” ujar pria yang akrab disapa Hendar itu.

Hal senada juga disampaikan Fitriani, salah seorang pengendara. Menurutnya, kondisi jalinbar di Pekon Lakaran tersebut harus mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Mengingat, setiap diguyur hujan deras jalan tersebut selalu terendam banjir dan menyebabkan mobilitas warga terganggu.

“Ya semestinya segera ditanganilah. Karena kan jalan ini merupakan Jalinbar dan pada lalulintas, kalau terus dibiarkan tentunya akan berdampak buruk bagi kondisi jalinbar maupun SPBU di dekat jalan tersebut, ” ungkapnya.

Ia berharap agar pemerintah segera mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, selain mengganggu mobilitas warga, banjir yang sering terjadi di Jalinbar juga bisa memicu terjadinya kecelakaan. Hal itu lantaran badan jalan sering dipenuhi oleh material yang terbawa banjir.

“Kalau banjir pasti jalannya dipenuhi sampah, seperti kayu ranting kelapa, batok kelapa, kayu, plastik dan batu. Tentunya, itu bisa membahayakan pengendara yang melintas. Untuk itu, kami berharap agar pemerintah segera mengatasi masalah banjir ini. Semisal, dengan melakukan normalisasi irigasi atau lain sebagainya, ” tukasnya.(uji) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here