Curah Hujan Tinggi, Petani Kopi Merugi

157
ilustrasi by tempo.co

ULUBELU – Tingginya curah hujan akhir-akhir ini akan dapat menurunkan produktifitas buah kopi, tidak hanya itu musim hujan juga dapat mendatangkan hama pengganggu kopi, sehingga menyebabkan buah kopi jadi membusuk.

Menurut Yuni, salah seorang petani kopi di Pekon Datarajan, Ulu Belu, turunnya produktifitas buah kopi karena di Ulu Belu berhawa dingin. Sedangkan untuk daerah panas hal itu tidak berpengaruh, selain itu tingginya intensitas hujan juga mendatangkan hama berupa semut hitam. Semut itu akan memakan buah sehingga buah kopi busuk dan tidak ada biji kopinya.

“Kalau bagusnya enam bulan kena panas, kalau sekarang ini baru tiga bulan panas sudah hujan lagi, jadi buahnya tidak banyak, terlebih hama seperti semut sering datang, sehingga membuat buah kopi menghitam,”kata Yuni, belum lama ini.

Ia mengaku, untuk saat ini jika tanaman kopi yang buahnya matang termasuk musim panen selingan. Sedangkan panen besar pada April mendatang. Meskipun akan panen besar namun pada bulan-bulan sebelumnya intensitas hujan tinggi, tetap saja tidak akan meningkatkan jumlah panenan. Sedangkan untuk hasil panen rata-rata satu hektar bisa mencapai dua ton, akan tetapi hal itu akan terkendala lantaran hujan yang sering terjadi belakangan ini

“Bibit kopi yang ditanam di Kecamatan Ulu Belu yakni Tugu Sari, lainnya seperti jenis Lengkong juga kerap ditanam, untuk kedua jenis ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk Tugu Sari kelebihannya produksi buah lebih banyak tapi proses pembuahan lama. Sedangkan Lengkong buah tidak selebat Tugu Sari, namun masa pembuahan lebih cepat,”ujarnya.

Terpisah Hadison, Kepala Bidang Produksi dan Pembenihan, Dinas Peternakan dan Pekebunan Tanggamus, membenarkan tingginya curah hujan  dapat pengaruhi produksi buah. Hal itu terjadi pada masa tanaman berbunga. Jika curah hujan tinggi bunga akan rontok sehingga dampaknya tidak ada buah yang dihasilkan.

“Kalau waktu berbunga ada panas ada hujan maka bunganya bisa jadi buah. Tapi kalau keseringan hujan bunganya rontok kena tetesan air hujan,”tandas Hadison mendampingi Kadisnakbun Shofwan.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here